Program PLTS KDKMP Pertama Resmi Diluncurkan di Pulau Sembur, Batam

Beranda, Berita, Daerah520 Dilihat
banner 468x60

BATAM (denyutrakyat.com) – PLTS KDKMP adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia untuk membangun kemandirian energi di tingkat desa/kelurahan.

Proyek nasional PLTS KDKMP yang baru diluncurkan perdananya di Pulau Sembur, Batam (Kepulauan Riau), Provinsi Kepulauan Riau sebelumnya telah mengidentifikasi tiga daerah sebagai lokasi percontohan PLTS, dan Pertamina juga membangun PLTS di area operasionalnya di Rumbai, Duri, dan Dumai.

Dikutip dari Antara, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Kementerian Koperasi RI, resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/12/2025).

Proyek percontohan ini menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan.

PLTS yang rencananya akan berkapasitas 400.000 Watt dengan baterai mencapai 1 MWh ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 200 kepala keluarga yang selama ini belum terjangkau listrik dan masih bergantung pada genset dengan biaya tinggi.

Nantinya PLTS ini akan dikelola dengan skema kerjasama antara Pertamina NRE dengan Koperasi Merah Putih setempat. Melalui koperasi ini, listrik dari PLTS tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi produktif warga, seperti perikanan tangkap dan budidaya, termasuk pengoperasian cold storage dan ice maker berkapasitas besar yang nantinya akan dikelola koperasi desa.

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi menjadi kunci agar manfaat infrastruktur energi benar-benar dirasakan masyarakat.

“PLTS ini bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat. Dengan koperasi sebagai pengelola, masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya penerima manfaat,” ujar Ferry.

Baca Juga  Muhammadiyah Tegas Tolak Proyek Geotermal Gunung Lawu, Sebut Sebagai "Gentong Air" Soloraya

Ia menambahkan, model Koperasi Merah Putih yang terintegrasi dengan energi terbarukan diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain, khususnya wilayah 3T, untuk mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan pendapatan anggota koperasi.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan proyek ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Menurutnya, keberadaan listrik yang andal yang dibangun oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) akan menurunkan biaya operasional nelayan, memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, serta membuka peluang usaha baru di tingkat desa.

“Pertamina tidak hanya membangun pembangkit, tetapi membangun ekosistem. Melalui PLTS yang dikelola koperasi, kami ingin memastikan energi bersih menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Peluncuran PLTS KDKMP ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi tentang pengembangan kerjasama pembangkit listrik untuk desa bersama koperasi

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *