Gunung Semeru Erupsi, Naik Level IV atau Awas

Berita331 Dilihat
banner 468x60

Penampakan gumpalan awan panas gunung Semeru


JAWA TIMUR, DENYUTrakyat.co – Pesan berantai melalui WAG (WhatsApp Group) yang menginformasikan Kenaikan Tingkat Aktivitas Gunung Semeru dari level III (SIAGA) ke Level IV (AWAS) pada Rabu (19/11) Pukul 17.00 WIB dengan rekomendasi, radius 8 km dan sektoral 20 km Selatan Tenggara beredar luas hingga luar pulau Jawa.

Dikutip dari detikNews; Kenaikan status ini ditetapkan menyusul intensitas erupsi dan awan panas guguran yang terus meningkat sejak siang hari.

Keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan karena radius sudah lebih dari 8 kilomater. Selain itu, wilayah sektoral sejauh 20 kilometer di sisi selatan-tenggara juga dinyatakan zona berbahaya karena menjadi jalur luncuran awan panas dan lahar.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa tinggi kolom abu erupsi mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna kelabu pekat dan condong ke arah utara hingga barat laut, mengikuti arah angin.

Kondisi terakhir jembatan Gladak Perak sebelum ditutup (sumber; video amatir warga setempat)

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Sawur, durasi erupsi sementara tercatat sekitar 16 menit 40 detik. Awan panas tercatat meluncur sejauh 8,5 km dari puncak menurut data BPBD Provinsi Jawa Timur, sementara laporan pos pantau menyebut jarak luncur telah mencapai 7 km dan masih berkembang.

Sejumlah rekomendasi dikeluarkan bagi masyarakat:

  1. Tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak. Di luar itu, dilarang berada dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena potensi perluasan APG dan lahar hingga 13 km.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah/puncak.
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di seluruh aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Baca Juga  Tak Punya Izin SMA Siger Dapat Kucuran Hibah Rp700 Juta dari Pemkot Bandar Lampung

Sementara secara visual kondisi cuaca di sekitar Semeru teramati berawan dan gelap. Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup. Belum diketahui dampak dan korban dari peristiwa ini. (Red*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *