Semangat Pengabdian Tak Padam, Ratusan Pensiunan Kristiani PWRI Klaten Rayakan Natal Mandiri

Beranda, Berita283 Dilihat
banner 468x60

KLATEN (denyutrakyat.com) — Ratusan purna tugas yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Klaten membuktikan bahwa masa pensiun bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mempererat tali persaudaraan. Hal ini tercermin dalam perayaan Natal bersama yang digelar dengan khidmat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Sabtu (10/01/2026).

Kemandirian dan Gotong Royong
Mengusung tema *“Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, acara ini menunjukkan soliditas yang luar biasa. Ketua Panitia, YF Sri Mulyadi, melaporkan bahwa antusiasme anggota sangat tinggi dengan tingkat kehadiran melampaui 90 persen.

Sekretaris Panitia, Valentinus Suharjono, menegaskan bahwa seluruh pendanaan acara berasal dari swadaya murni anggota dan donatur tanpa menggunakan bantuan dana pemerintah. “Ini adalah wujud kemandirian organisasi kami,” tegasnya.

Pesan Spiritual: Filosofi S3
Dalam sesi hikmah Natal, Rama FX Krisno Handoyo, Pr dari Paroki Kebonarum, mengajak para anggota PWRI untuk menghidupi filosofi S3: Sumarah, Sumeleh, dan Sumangga.

Sumarah (Pasrah): Menghadapi keterbatasan fisik di usia senja dengan tenang.

Sumeleh (Ikhlas): Menerima segala keadaan dengan hati terbuka.

Sumangga (Berserah): Menyerahkan seluruh perjalanan hidup kepada Tuhan.

“Jangan mencari kambing hitam atas persoalan keluarga, melainkan teladani ketaatan Yusuf dalam menjaga keharmonisan dengan kasih dan kesabaran,” pesan Rama Krisno.

Pensiunan Sebagai Mitra Strategis
Ketua PWRI Klaten, Bambang Sulistyanto, dalam sambutannya berharap pemerintah daerah tetap melibatkan para wredatama dalam program pembangunan. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para pensiunan adalah aset berharga bagi Ibu Pertiwi.

Apresiasi tinggi juga datang dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda Klaten, Joko Purwanto, Bupati memuji PWRI sebagai penjaga nilai luhur birokrasi dan perekat sosial.

Baca Juga  SIPD RI Penyandera APBD Karanganyar. Sistem yang diklaim sebagai solusi nasional justru memperdalam kebiasaan lama penumpukan belanja

“Semangat toleransi yang ditunjukkan PWRI adalah modal utama dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten,” tulis Bupati.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *