Namanya Dicatut Kendaraan ODOL PT BSSW. Ketua DPRD Tulang Bawang Barat Klarifikasi: Itu Bohong Besar

Berita, Daerah571 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.COM, TULANG BAWANG BARAT – Maraknya protes warga terhadap kendaraan over dimension over loading (ODOL) milik perusahaan PT. Budi Starch & Sweetener, Tbk. (PT. BSSW) mengakibatkan banyak ruas jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat rusak berat, dan diklaim perusahaan telah difasilitasi oleh tokoh masyarakat dibantah keras oleh Busroni.

“Itu bohong besar. Saya tidak pernah menjadi fasilitator. Bahkan pihak perusahaan tidak pernah menghubungi saya,” tegas Busroni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh awak media. Senin (9/3/2026)

Busroni yang juga merupakan Ketua DPRD Tulang Bawang Barat, menilai pengaturan namanya dalam persoalan tersebut sangat tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.

Lebih lanjut Busroni juga menyoroti dampak kerusakan jalan yang semakin parah dan sangat merugikan masyarakat disejumlah Tiyuh (desa).

“Perusahaan itu berasal dari luar kabupaten Tubaba, tetapi melintasi jalan kabupaten hingga menyebabkan kerusakan berat di beberapa tiyuh seperti Wai Sido, Karta Tanjung Selamat, dan Karta Raharja. Selama ini saya diam, tapi mengapa nama saya disebut-sebut padahal itu tidak benar,” ujarnya geram.

Diberitakan sebelumnya oleh beberapa media online di Tubaba, pernyataan pihak perusahaan (PT. BSSW) yang mengklaim adanya fasilitasi dari tokoh daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Bagian Umum perusahaan, Hendri pada 20 Februari 2026. Yang menyebut armada perusahaan yang berasal dari Pakuon Agung, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara menggunakan jalan melalui tiyuh Wai Sido, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Hendri juga menyebut perusahaanya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah tiyuh dan akan melakukan perbaikan jalan.

“Benar, kendaraan dari perusahaan kami melintas. Kami juga akan mengupayakan adanya perbaikan jalan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Tiyuh Wai Sido,” ujar Hendri.

Baca Juga  Rapat Banggar dan TAPD Tubaba Tertutup, Media Dilarang Meliput. Ketum Formades: Abai Terhadap Tiga Undang-Undang

Hendri juga menyebut bahwa pertemuan antara perusahaan dan masyarakat pernah digelar di Balai Desa Karta Raharja yang difasilitasi oleh Ketua DPRD Tubaba, Busroni.

Ditengah polemik saling klaim dan saling bantah tersebut, kondisi dilapangan kendaraan ODOL perusahaan PT BSSW masih terus melintas sehingga dikeluhkan oleh warga sekitar.

“Mobil perusahaan itu masih lewat sampai sekarang ditiyuh ini,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Aktivitas kendaraan ODOL tersebut dinilai semakin memperparah kerusakan jalan. Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan tegas. Apalagi Busroni Selaku Ketua DPRD setempat tentu suaranya akan didengar pemerintah atau instansi terkait, untuk mengatasi persoalan tersebut, harap warga masyarakat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *