DENYUTRAKYAT.COM, Klaten – Keberadaan rumah ibadah di lingkungan sekolah dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga nilai-nilai agama dan etika, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter. Hal ini mengemuka dalam acara peresmian Masjid Al-Jalil dan peletakan batu pertama rumah ibadah bagi umat Kristen, Katolik, dan Hindu di SMPN 1 Karangdowo, Klaten, Senin (19/1/2026).
Ketua Komisi Rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, Muh. Husni Thamrin, dalam sambutannya menekankan bahwa fasilitas ibadah di sekolah adalah ruang belajar nyata bagi siswa untuk meningkatkan spiritualitas.
“Dengan adanya rumah ibadah, siswa dapat belajar tentang nilai-nilai agama, meningkatkan spiritualitas, dan mengembangkan karakter yang baik,” ujar Husni Thamrin.
Laboratorium Kerukunan Sejak Dini
Husni menambahkan bahwa institusi pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai toleransi. Menurutnya, menghargai perbedaan bukanlah sekadar teori, melainkan kebiasaan yang harus ditumbuhkan melalui lingkungan yang inklusif.
“Semoga institusi pendidikan dapat menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi bagi generasi muda, sehingga kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis di masa depan,” pungkasnya.
Guru sebagai Agen Perubahan
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih, menyoroti peran strategis tenaga pendidik sebagai teladan bagi para siswa.
“Mereka (guru dan staf) dapat menjadi contoh bagi siswa dalam menghargai perbedaan. Siswa belajar dari pengalaman dan perilaku nyata para guru di sekolah,” jelas Titin.
Menurut Titin, rumah ibadah di sekolah efektif sebagai sarana berkumpulnya siswa dari berbagai latar belakang untuk belajar bersama. Beberapa manfaat utama yang disoroti adalah:
- Pusat Interaksi Inklusif: Menjadi tempat siswa lintas agama berinteraksi dan memupuk rasa persaudaraan.
- Pembiasaan Disiplin: Mengajak siswa menjalankan ibadah tepat waktu untuk membentuk karakter menghargai waktu.
- Bimbingan Spiritual yang Tepat: Guru yang seagama dapat memberikan bimbingan khusyuk yang membantu kematangan karakter siswa hingga dewasa.
“Semoga rumah ibadah di sekolah dapat menjadi wadah untuk menciptakan generasi yang lebih harmonis dan damai,” pungkasnya.


















