Mengapa Tuhan Ciptakan Kita Lahir Sebagai Bangsa Indonesia

Budaya, Serbaserbi453 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.COM, JAKARTA – Artikel lama yang ditemukan di sebuah media sosial Facebook dengan nama akun Dewan Rakyat Nasional. Tidak diketahui siapa penulisnya, tetapi isinya yang sederhana patut untuk menjadi renungan. Tim DENYUTrakyat.com akan rilis ulang tanpa proses edit.

Tuhan Maha Tahu, apa yang telah Dia rencanakan dan Tuhan Maha Adil terhadap segala Ciptaan-Nya. Hanya kita sebagai manusia yang terkadang terlalu bernafsu dan tidak sabar, sehingga kesalahan fatal dalam hidup sering kita alami. Disini kita tidak berdiskusi soal agama atau keyakinan yang lebih detail karena itu wilayahnya para Tokoh Agama dan saudara – saudara kita yang ahli dibidang agama atau kepercayaan.

Yang kita akan diskusikan adalah fakta dunia yang mampu sama – sama kita lihat dan kita dengar.

BANGSA EROPA lahir di Eropa dengan musim yang lebih dari dua kali (musim semi, musim dingin, musim panas, musim salju, dll) dengan keadaan alam dan iklim yang multi musim, maka rasanya tidak cocok daerahnya bila dijadikan lahan pertanian atau perkebunan sebagai sumber kehidupan mereka. Maka Tuhan bekali mereka dengan kemampuan berpikir (ilmu) yang lebih. Dengan kemampuan berpikir yang lebih diharapkan mereka mampu menggunakan akal (baik dan buruk) untuk dapat hidup dan berkembang di alam yang tidak menentu tersebut. Sehingga orang – orang Eropa termasuk belahan Amerika harus punya akal lebih untuk hidup atau mempertahankan kelangsungan hidup mereka.

BANGSA ARAB lahir di Timur Tengah dengan alam yang tandus dan berpadang pasir yang amat luas, tidak mungkinlah mereka makan pasir untuk hidup. Maka Tuhan pun menciptakan mereka dengan bentuk tubuh yang rata – rata besar dan kuat – kuat. Mengapa ? ternyata kita sama – sama tahu sumber kehidupan mereka ada jauh dibawah tanah yaitu sumber minyak yang melimpah. Dan untuk mendapatkan sumber penghidupan tersebut tentu dibutuhkan sebuah tenaga yang sangat besar untuk memperolehnya. (Sekalipun manusia telah menggunakan IPTEK) tetap perlu tenaga ekstra untuk melakukannya.

Baca Juga  Ketum Formades Beri Semangat Rencana Musda Pertama DPD Formades Jawa Barat

BANGSA INDONESIA lahir di sini, dan Tuhan ciptakan kita dalam bentuk yang lebih kecil dan pendek dari bangsa – bangsa lain. Tetapi Tuhan juga Anugerahkan kepada kita Alam yang amat kaya, subur dan makmur baik di darat maupun di laut, kita hanya mengalami dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Lalu apa substansinya? Adalah kita mampu mengolah hasil bumi yang melimpah ruah ini engan menggunakan hati yang tidak serakah agar kita bisa hidup sejahtera dan bisa dinikmati sampai anak cucu kita kelak. Nenek moyang kita tidak menggunakan tekhnologi secanggih sekarang tetapi mereka bisa menentukan kapan masa tanam dan kapan masa panen atau kapan masa berlayar dan kapan masa menunggu, sehingga dengan hati yang bersih mereka jaga dan rawat alam dengan baik dan benar karena mereka sadar dari alamlah mereka mendapatkan sumber makanan sebagai sumber penghidupan.

Tetapi sekarang kita telah serakah dengan alam, dan kita telah lari dari hakekat kita sebagai bangsa Indonesia, kita tidak lagi menggunakan hati nurani. Kita lebih memilih menggunakan akal yang di impor dari belahan barat dan timur tengah sehingga kita sering akal – akalan sesama kita yang tidak lagi perduli dengan nasib orang lain, apalagi nasib anak cucu kita sebagai generasi penerus. Alam kita kuras tanpa merawatnya bahkan kita semakin tamak dan serakah dengan menjual kekayaan alam kita kepada mereka – mereka yang berakal untuk mengakali kita. Dan akhirnya kita hanya menjadi akal-akalan mereka karena kita kurang akal, sehingga kita lupa apa yang menjadi kelebihan kita yaitu HATI NURANI.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *