Tragedi Kolam Maut Swiss-Belhotel: CCTV Mati, Hotel Bungkam, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Naik Pitam

Berita, Daerah104 Dilihat
banner 468x60

Bandarlampung, denyutrakyat.com – Tragedi menimpa keluarga asal Kotabumi. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun 3 bulan tewas tenggelam di kolam renang dewasa Swiss-Belhotel Bandar Lampung.

Yang bikin geram, manajemen hotel bintang empat itu diduga sengaja menutupi insiden dari aparat dan pemerintah.

Walikota Bandarlampung Eva Dwiana tidak bisa menutupi kekecewaannya. Di Gedung DPRD, ia meluapkan amarahnya ke manajemen Swiss-Belhotel.

“Bunda kecewa banget. Nyawa hilang, hotel malah bungkam. Dinas Pariwisata segera koordinasi dan evaluasi. Jangan main-main,” tegas Eva usai paripurna LKPJ. Senin (4/5/2026)

Insiden terjadi Jumat 1 Mei 2026 sekitar pukul 07.15 WIB. Korban menginap bersama keluarga. Anehnya, Bhabinkamtibmas dan kelurahan baru tahu kejadian setelah paman korban yang anggota Polresta Bandarlampung datang ke TKP.

“Awalnya pihak hotel terkesan bungkam dan merahasiakan kejadian,” ungkap sumber di lapangan.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Tim Inafis yang mau olah TKP sempat dihalangi. Manajemen baru melunak setelah diprotes keras keluarga korban.

Polisi minta rekaman CCTV. Jawaban hotel: rusak. Alasan klasik yang justru memicu kecurigaan.

Camat Telukbetung Utara Zolahudin baru dapat kabar 4 jam setelah kejadian.

“Kacau. Pas kejadian tidak ada laporan. Kelurahan tidak dikasih tahu, Bhabin tidak tahu,” sesalnya.

Eva Dwiana mengingatkan seluruh hotel wajib punya pengamanan ketat.

“Harus mengaktifkan CCTV. Itu penting kalau ada kecelakaan. Jangan sampai kepercayaan tamu hilang,” katanya.

Ia menegaskan Pemkot akan evaluasi total izin dan sistem pengamanan hotel di Bandarlampung agar tragedi serupa tidak terulang.

Dikonfirmasi Minggu 2 Mei 2026 malam, Manager F&B Swiss-Belhotel Gani menolak bicara.

“Saya tidak tahu. Untuk saat ini pihak hotel belum bisa memberikan informasi. Nanti ada tim sendiri yang menjelaskan,” ujarnya singkat.

Baca Juga  KUHAP Baru Telah Diteken Presiden Prabowo Subianto, Mulai Januari 2026 KUHAP dan KUHP Baru Berlaku Menggantikan Peninggalan Kolonial

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari GM Swiss-Belhotel terkait dugaan kelalaian dan upaya menutupi informasi.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *