Tanaman Padi Petani Jumapolo Rusak Diserang Hama Tikus

Berita, Daerah565 Dilihat
banner 468x60

KARANGANYAR (denyutrakyat.com) – Serangan hama tikus kembali melanda areal persawahan di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tanaman padi yang baru berusia sekitar dua minggu dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tikus yang terjadi secara masif.

Sukino (60), petani asal Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, mengatakan serangan tikus kali ini sulit dikendalikan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bau-bauan menyengat di pematang sawah hingga pemasangan jebakan, namun belum membuahkan hasil.

“Padi baru dua minggu sudah banyak yang habis dimakan. Tikusnya sangat banyak,” ujar Sukino, Senin (29/12/2025).

Akibat serangan tersebut, Sukino memperkirakan hasil panen dari lahan sawah seluas sekitar 3.000 meter persegi akan menurun. Jika sebelumnya mampu menghasilkan sekitar 15 karung padi, kini diperkirakan hanya mencapai 12 karung.

Penurunan hasil panen juga dialami petani lain di wilayah Jumapolo. Serangan tikus terjadi hampir merata sehingga petani kesulitan melakukan pengendalian secara mandiri.

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Desa Lemahbang, Arif Priyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pengendalian bersama kelompok tani, termasuk gerakan pengendalian dan pembagian rodentisida di beberapa kelompok.

“Kami juga menyarankan penggunaan varietas padi yang kurang disukai tikus, seperti Inpari 32,” kata Arif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Disisperran PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menyatakan pihaknya siap melakukan pendampingan jika petani mengajukan pengendalian secara bersama-sama.

“Jika petani datang ke kami atau ke POPT, kami siap mendampingi. Pengendalian harus dilakukan secara kompak melalui gerakan gropyokan,” ujarnya.

Feriana menambahkan, pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara rutin dan kolektif. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa rodentisida, peminjaman alat emposan, serta penerapan pola tanam serentak.

Baca Juga  Kejati Lampung Tetapkan Plh. Sekda Lampung Utara, Ahmad Alamsyah Sebagai Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana Sekretariat DPRD

Untuk jangka menengah, Disisperran PP Karanganyar merencanakan penguatan pengendalian hama berbasis alami, seperti pengadaan rumah burung hantu (Rubuha) dan pemanfaatan burung hantu sebagai musuh alami tikus.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *