Warga Minta Karaoke Diva Ditutup, Pemerintah Tubaba Malah Kasih Waktu 10 Hari Lagi

Daerah118 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, Tulang Bawang Barat – Warga Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, pulang dengan tangan hampa. Mediasi soal penutupan Karaoke Diva yang digelar Rabu (22/4/2026) berakhir tanpa keputusan tegas. Di hadapan warga yang resah, pemerintah justru memilih memberi napas 10 hari lagi untuk pengelola berbenah.

Padahal daftar keluhan warga bukan hal baru. Kebisingan yang bocor hingga dini hari, pemandu lagu lalu lalang di permukiman, sampai pengunjung yang kencing sembarangan di depan rumah warga sudah berlangsung lama. Bagi warga, itu cukup jadi alasan untuk menutup tempat hiburan tersebut.

“Kami butuh tidur tenang, anak-anak butuh sekolah. Sudah cukup lama kami terganggu. Kenapa harus nunggu lagi?” cetus salah satu warga usai mediasi.

Namun tuntutan itu mentok di meja birokrasi. Camat Tulang Bawang Udik Ashari hanya mengulang kalimat normatif, semua harus lewat mekanisme dan tahapan. Tidak ada satupun jaminan kapan keresahan warga akan benar-benar berhenti.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Tulang Bawang Barat, M. Syarip, ikut mengamini. Alih-alih segel, pihaknya hanya menyiapkan Surat Peringatan Kedua (SP2) jika dalam 10 hari pengelola tidak juga berubah. Pertanyaannya sederhana, kenapa harus menunggu 10 hari lagi kalau pelanggaran sudah kasat mata dan dirasakan warga berbulan-bulan.

Perwakilan DPMPTSP malah sibuk menjelaskan mudahnya izin usaha lewat OSS. Pernyataan yang melenceng dari substansi. Warga tidak mempersoalkan kertas izin, tapi dampak nyata di depan pintu rumah mereka, bising, kencing sembarangan, dan rasa tidak aman.

Justru aparat keamanan yang bersuara lebih tegas. Perwakilan Polsek TBU menyindir pengelola agar tidak hanya mencari untung dengan mengorbankan lingkungan. Lebih keras lagi, perwakilan Danramil TBU memperingatkan agar masalah ini tidak dibiarkan meledak seperti kasus di Tumijajar sebelumnya.

Baca Juga  Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032. KONI Lampung Lakukan Visitasi dan Survey Bakal Calon Venue Pertandingan di Lampung Selatan

Mediasi kemarin memperlihatkan jurang yang lebar. Di satu sisi warga menuntut ketenteraman. Di sisi lain pemerintah berlindung di balik prosedur dan tahapan sambil memberi ruang bagi Karaoke Diva untuk tetap beroperasi.

Kini bola ada di tangan pemerintah. Sepuluh hari ke depan akan jadi ujian, apakah benar-benar berpihak ke warga yang resah, atau sekadar mengulur waktu demi menyelamatkan izin usaha yang ditolak lingkungannya.

Jika setelah 10 hari tidak ada perubahan signifikan, warga sudah ancang-ancang mengambil langkah sendiri. Dan jika itu terjadi, jangan salahkan warga yang sudah habis sabar.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *