Rem Blong Saat Antri BBM, Truk Fuso Hantam 4 Kendaraan di Depan Sekolah Baitul Jannah, Sopir Kabur!

Neraka Pagi di Jalan Pramuka: Antrean Solar Mematikan, Rem Blong Fuso Hantam di Depan Gerbang Sekolah

Daerah72 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG – Jam 07.07 WIB, saat ribuan anak berangkat sekolah dan warga berebut jalan untuk bekerja, Jalan Pramuka berubah jadi lintasan maut. Bukan karena bencana, tapi karena kelalaian yang dibiarkan berulang, antrean solar dan truk tak layak jalan.

Kecelakaan beruntun mengerikan terjadi tepat di depan Sekolah Baitul Jannah, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung, Selasa (22/9/2026) pagi. Pemicunya satu, Dump truk Fuso oranye BE 8410 FT yang diduga kuat mengalami rem blong di tengah kemacetan parah akibat antrean truk pemburu solar di SPBU.

Truk Fuso melaju dari arah atas / Kemiling menuju Rajabasa. Kondisi jalan saat itu bukan padat lagi, tapi lumpuh. Antrean panjang truk-truk solar mengular hingga ke badan jalan, membuat lalu lintas merayap.

Di titik inilah fungsi rem menjadi penentu hidup dan mati. Dan rem itu tidak berfungsi.

Tanpa bisa dikendalikan, Fuso oranye itu menghantam membabi buta kendaraan yang terjebak macet di depannya. Korbannya:

Sepeda Motor Yamaha Mio J BE 3644 BR, Ringsek, terlindas di bawah ban truk. Daihatsu Terios BE 1274 EP, hancur di bagian belakang. Toyota Innova BE 1792 ALS, ikut jadi korban tabrakan beruntun

“Dump truk dari arah Kemiling menuju Rajabasa diduga rem blong sehingga menabrak sepeda motor, Daihatsu Terios, serta Toyota Innova yang berada di depannya,” tegas Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Yurike Ade Purwanti.

Satu korban, pengendara sepeda motor, tergeletak bersimbah darah dengan luka-luka serius. Ia langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk penanganan darurat.

Yang lebih memuakkan, sopir truk Fuso BE 8410 FT bukannya bertanggung jawab, ia justru meninggalkan lokasi dan kabur. Sebuah tindakan pengecut yang kini dalam pengejaran Satlantas Polresta Bandar Lampung.

Baca Juga  Eks Gedung Pendidikan Disulap Jadi Lokasi Bisnis Remang-Remang. Diprotes Warga

Petugas yang datang melakukan olah TKP dan berupaya keras mengurai kemacetan horor yang melumpuhkan Jalan Pramuka di jam paling sibuk.

CATATAN KRITIS: Ini Bukan Kecelakaan, Ini Pembiaran!

Berita ini tidak boleh berhenti di kata “rem blong”. Ada dua kejahatan sistemik di baliknya:

1. Antrean Solar adalah Bom Waktu di Jalan Raya. Sudah berapa kali Jalan Pramuka lumpuh karena SPBU membiarkan antrean truk solar memakan badan jalan? Negara hadir untuk mengatur BBM, bukan untuk menciptakan titik-titik kemacetan maut di depan sekolah. Di mana manajemen SPBU? Di mana pengawasan Dinas Perhubungan? Anak-anak Baitul Jannah harus mempertaruhkan nyawa setiap pagi hanya karena antrean solar yang tidak ditertibkan.

2. Truk Rongsokan Berkeliaran. Rem blong bukan takdir, melainkan hasil dari KIR abal-abal dan perawatan yang tidak pernah ada. Bagaimana truk dengan sistem pengereman yang bisa gagal total di jalan menurun seperti Pramuka bisa lolos uji kelayakan? Siapa yang meloloskan?

Kecelakaan ini adalah akumulasi dari pembiaran. Hari ini korbannya pemotor di depan sekolah. Besok, bisa jadi anak-anak sekolah.

Polresta Bandar Lampung harus tidak hanya mengejar sopir kabur itu, tapi juga menyeret pemilik truk dan mengevaluasi total izin SPBU di Jalan Pramuka yang antreannya sudah menjadi teror harian warga.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan