Kondisi Jalan Provinsi di Lampung 79.79 Persen Dalam Status Mantap. Mirza: Tidak Ada Jalan Berlubang Sebelum Lebaran 2026

Beranda, Daerah475 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung Rahmat menargetkan jalan provinsi yang menjadi kewenangannya tidak ada lubang lagi sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026.

“Provinsi Lampung selalu menjadi sorotan karena menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Karena itu, pelayanan dan kesiapan kita harus dilakukan dengan sangat cermat,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dikutip dari Antara, Selasa (17/2/2026)

Gubernur Lampung mengatakan peningkatan mobilitas pada periode Angkutan Lebaran 2026 tetap harus diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang baik.

“Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tidak ada lagi lubang di jalan provinsi sebelum puncak arus mudik. Termasuk melakukan percepatan perbaikan di jalan nasional, jalan kabupaten serta kota melalui skema swakelola,” kata Mirza.

Dia menjelaskan saat ini kondisi jalan provinsi yang dalam status mantap mencapai 79,79 persen.

“Oleh karena itu kami berupaya agar infrastruktur dapat mendukung kelancaran mobilitas pemudik, sebab setiap musim mudik perhatian nasional ini tertuju ke Lampung terutama pada arus penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni atau sebaliknya,” tambahnya.

Menurut Mirza, dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA), libur sekolah, dan cuti bersama yang diterapkan pemerintah juga dapat membantu memperlancar perjalanan serta memecah kepadatan arus mudik Lebaran 2026.

“Kami pun mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang berpihak kepada rakyat, mulai dari diskon angkutan udara dan kereta api, diskon tarif tol, hingga program mudik gratis. Kebijakan tersebut diperkirakan juga akan meningkatkan mobilitas masyarakat pada Lebaran tahun ini. Jadi pemerintah daerah akan berusaha membantu salah satunya dengan mempersiapkan infrastruktur yang baik,” ujarnya

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan survei nasional, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Meski turun 1,75 persen dari survei tahun sebelumnya, realisasi dinilai berpotensi lebih tinggi.

Baca Juga  Mimbar Bebas Ormawa FISIP UNDANA: Ruang Ekspresi, Kritik, dan Refleksi

Lampung sendiri diperkirakan menjadi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan potensi 778.000 orang. Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan melayani sekitar 813.000 penumpang sebagai pelabuhan asal dan 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan.

Untuk mendukung kelancaran arus, Kemenhub menyiapkan 31.000 unit bus, 829 kapal laut, 3.821 rangkaian kereta api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan secara nasional. Di lintas Jawa–Sumatera, disiapkan lima jalur penyeberangan termasuk Merak–Bakauheni dan rute alternatif Ciwandan serta BBJ Bojonegara.

Dudy menegaskan, pembatasan truk sumbu tiga ke atas akan diberlakukan tanpa diskresi selama masa angkutan Lebaran. Pengecualian hanya diberikan bagi kendaraan pengangkut BBM, pupuk, bantuan bencana, dan kebutuhan pokok.

“Kami tidak memberikan diskresi untuk sumbu tiga ke atas. Pengalaman sebelumnya menunjukkan pelanggaran bisa berdampak besar pada kemacetan,” tegasnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengantisipasi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu pelayaran maupun perjalanan darat.

Di sektor perkeretaapian, terdapat 139 perlintasan sebidang di Lampung yang menjadi perhatian. Kemenhub menambah 129 petugas penjaga untuk meningkatkan keselamatan selama masa mudik.

Rakor tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN, serta operator transportasi. Dengan sinergi lintas sektor, Pemerintah optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *