DENYUT RAKYAT, TULANG BAWANG BARAT – Keluhan mendalam datang dari jajaran aparatur tiyuh di wilayah Tulang Bawang Barat. Mereka mengaku belum menerima gaji selama lima bulan berturut-turut, sehingga ancaman aksi demonstrasi besar-besaran pun mulai dilontarkan jika permasalahan ini tak kunjung diselesaikan.
Dalam unggahan di media sosial yang disebarkan, Anonim (mengaku aparatur tiyuh) meminta bantuan masyarakat yang mengetahui nomor telepon Novriwan (Bupati setempat) maupun pihak-pihak yang dianggap terkait. Mereka mempertanyakan ke mana perginya hak penghasilan yang seharusnya diterima. “Kami menilai hal ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Seluruh perangkat desa siap menggelar aksi demo besar-besaran jika kasus ini terus berlanjut,” tegas pernyataan tersebut.
Unggahan ini memicu berbagai tanggapan dari warga. Sebagian menyarankan agar aparatur tiyuh melakukan mogok kerja sementara, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan ikut menyuarakan dukungan demi mendesak penyelesaian masalah. Sebagian lainnya menyatakan keterkejutan atas penundaan gaji yang berlangsung selama lima bulan.
Muncul pula pertanyaan terkait sumber pendanaan gaji aparatur tiyuh. Satu tanggapan menyebutkan bahwa gaji aparatur tiyuh tidak bersumber dari anggaran tiyuh atau desa, melainkan anggaran desa dialokasikan untuk keperluan lain seperti gaji Rukun Tetangga dan kader desa.
Di sisi lain, sejumlah warga menyayangkan situasi ini. Ada yang menyinggung terkait pemilihan sebelumnya, menyebutkan bahwa sebagian aparatur tiyuh mendukung sosok Novriwan, dan kini menanggung dampak yang dirasakan. Beberapa komentar lainnya mengungkapkan dukungan terhadap rencana aksi demo, sementara yang lain mengingatkan bahwa jika masalah ini meluas hingga ke tingkat atas, hal itu bisa berimbas pula pada penanggung jawab daerah.
Masyarakat berharap permasalahan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang agar hak-hak aparatur tiyuh dapat terpenuhi dengan layak dan tepat waktu.


















