Budak Pontianak Ini Gegerkan Sidang KIP Ijazah Jokowi

Berita528 Dilihat
banner 468x60

 

Foto: Rospita Vici Paulyn, Hakim Ketua Sidang KIP ijazah Jokowi (dok. pribadi)

 

Oleh : Yunizar. TB

DENYUTrakyat.com — Kemarin heboh tiang listrik dicor dengan buah kelapa. Hebohnya sampai ke negeri jiran pula. Satu lagi ni yang bikin geger nusantara, sidang KIP soal ijazah Jokowi. Hakimnya, budak Pontianak, Kalbar. Namanya, Bu Vici. Mari kita kulik aksi beliau saat mencecar para saksi sambil seruput Koptagul, wak.

 

Nama lengkapnya, Rospita Vici Paulyn, akrab disapa Bu Vici. Bukan seleb TikTok, bukan pula pemain FTV yang suka jatuh di pelukan cowok kaya. Ia seorang komisioner Komisi Informasi Pusat yang lagi-lagi membuktikan, sidang bisa lebih seru dari final MasterChef.

 

Sidang 17 November 2025 itu sebenarnya cuma soal ijazah, dokumen yang biasanya cuma numpang eksis di ruang tamu biar tamu tahu, tuan rumah tidak putus sekolah. Tapi ketika dibawa ke meja sengketa, ijazah itu berubah jadi naskah film thriller. Di tengah badai itu, berdirilah Bu Vici, tatapannya sedahsyat  Mak Leha tukang urut yang pernah mijat Vanja Bukilic, ups.

 

UGM datang dengan kalimat sakti “tidak tahu”. Tapi belum sempat napas, Vici langsung menyambar,

“Saudara hadir sebagai kuasa, tapi tidak tahu isi dokumen? Lalu saudara ngapain di sini?”

Satu ruangan langsung beku. Kalau ada cicak jatuh pun mungkin suaranya kedengaran. Netizen? Sudah pasti sedang menari jepin Pontianak di kolom komentar.

 

Siapa Vici? Jangan kira ia turun dari langit sambil bawa palu Thor. Ia lahir di Jayapura, 11 Juni 1974, namun eksis di Pontianak. Kuliah Teknik Sipil di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Dari teknik sipil nyasar ke dunia hukum informasi, plot twist level dewa yang bisa bikin penulis drakor meneteskan air mata iri. Pernah jadi ketua Komisi Informasi Kalbar dua periode dan bikin Kalbar menang nasional soal keterbukaan informasi. Kalau ada podium, Kalbar sudah angkat piala sambil senyum-senyum sok merendah.

Baca Juga  Ombudsman Soroti 11 Jabatan Kosong di Lampung Timur, Pelayanan Publik Dinilai Terhambat

 

Belum selesai. Ia juga pernah jadi direktur perusahaan konstruksi, dosen, anggota INKINDO, HIPMI, dan entah berapa organisasi lagi. Kalau multitasking itu manusia.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *