Penulis; Rosadi Jamani (Ketua Satupena Kalbar)
DENYUT RAKYAT | Dulu berjuang mati-matian atas nama reformasi. Begini menduduki jabatan penting di pemerintahan, malah diteriaki “Pengkhianat Reformasi” oleh mahasiswa. Memang sadis dan nancap ke ulu hati. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Malam 15 Juni 2026 di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Mestinya menjadi sakral tiga pembantu setia Prabowo, yakni Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono. Ketiganya diajak membahas “Pancasila Pemersatu Bangsa”.
Tapi alih-alih menyatukan bangsa, mereka malah disambut seperti musuh negara oleh mahasiswa yang tiba-tiba berubah jadi pasukan revolusi dadakan. Acara yang katanya intelektual tinggi itu langsung ambruk jadi opera sabun absurd paling kocak sepanjang tahun.
Begitu Budiman Sudjatmiko, si mantan ikon reformasi 98 yang kini menjabat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, buka mulut soal kebebasan berpendapat, mahasiswa langsung meledak. Spanduk “UGM Menolak Pengkhianat Reformasi” dan “UGM Menolak Penjilat Rezim” terbentang megah, panggung berubah jadi arena gladiator.
Teriakan menggelegar tanpa ampun. “Budiman, mana Budiman!”, “Revolusi! Revolusi!”, “Pengkhianat reformasi!”, “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran!”, “Kabinet anjeng!”, plus ancaman klasik “Kalau nggak keluar kita nggak akan pergi!”. Ada lemparan air mineral, dorong-dorongan, kejar-kejaran mobil, dan chaos yang bikin orang mikir, ini diskusi Pancasila atau reuni pengejaran maling di kampung?
Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang selalu cool itu, tetap jadi bintang utama komedi. Ketika ditanya apakah mereka merasa bersalah dengan kondisi Indonesia sekarang, dia jawab dengan santai ala orang yang baru bangun tidur, “Semua orang punya salah.” Lalu di tengah keributan, dia masih sempat mengajak massa berselawat bersama. Nuan bayangkan, menteri lagi diteriaki pengkhianat tapi masih bisa selawat. Ini level ketenangan luar biasa. Patut masuk rekor MURI sebagai “Menteri Paling Santuy Saat Dikeroyok”.
Setelah dievakuasi, Nusron bilang dia siap dikritik, dibully, bahkan dicaci maki karena itu konsekuensi jabatan. “Datang untuk dialog terbuka,” katanya, padahal dialognya sudah berubah jadi kejar-kejaran ala film India.
Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, memilih gaya dramatis yang lebih epik. Dia dan Nusron keluar menemui mahasiswa, lalu dengan gagah berani duduk bersila di aspal seperti lagi ikut pengajian tengah malam. Dengan muka tenang dia deklarasikan, siap “diadili” oleh mahasiswa dengan cara apa pun. “Kami datang untuk berdialog secara demokratis,” ujarnya, seolah-olah duduk di trotoar aspal UGM adalah cara paling mulia menyelesaikan masalah agraria dan kemiskinan. Heroik banget, sampai-sampai mahasiswa yang mengejar mobil mereka bikin evakuasi pakai patwal polisi jadi tontonan lebih seru dari sinetron prime time.
Sementara itu, Budiman Sudjatmiko memilih strategi legendaris. Keluar lewat pintu belakang. Setelah kejadian, dia menyayangkan kericuhan dan bilang situasi jadi tidak kondusif setelah dia bicara soal kebebasan berpendapat. Mantan aktivis yang dulu paling garang itu kini dituduh pengkhianat reformasi oleh generasi baru. Ini plot twist paling pedas dan bikin ngakak sekaligus. Mahasiswa datang minta pertanggungjawaban soal kemiskinan, agraria, alih fungsi lahan, dan segala kebijakan pemerintah, malah dapat hiburan gratis berupa drama evakuasi pejabat.
Tiga pembantu Prabowo ini datang dengan niat mulia mau dialog terbuka, tapi mahasiswa UGM malah mengubah acara Pancasila jadi pesta teriakan pengkhianat reformasi. Hasilnya? Dialog gagal total, evakuasi dramatis, dan viralnya luar biasa. Mahasiswa dapat pelajaran realpolitik langsung, pejabat dapat pengalaman “dekat dengan rakyat” yang nggak akan mereka lupakan seumur hidup. Kita semua dapat hiburan malam yang bikin perut kram karena ketawa ngakak.
Indonesia memang negeri yang tak pernah kehabisan bahan satire. Besok pasti ada yang bilang ini kemenangan demokrasi, ada yang bilang ini kekacauan. Yang pasti, malam itu Pancasila berhasil menyatukan satu hal, tawa seluruh netizen yang nonton videonya berulang-ulang. Luar biasa!






























