Pemerintah Sesuaikan Harga, Rakyat yang Menyesuaikan Diri: Pertamax Turbo Rp19.600, Pertamina Dex Rp25.200

Beranda, Berita, Nasional135 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA  – 1 September 2026 dimulai dengan kabar pahit. PT Pertamina Patra Niaga kembali menaikkan harga BBM non subsidi. Kali ini sasarannya: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikannya tidak main-main.

Pertamax Turbo RON 98: dari Rp18.300 jadi Rp19.600/liter (+Rp1.300). Dexlite: dari Rp19.700 jadi Rp23.700/liter (+Rp4.000) dan. Pertamina Dex: dari Rp21.150 jadi Rp25.200/liter (+Rp4.050)

Harga Pertamax, Pertalite, dan Solar Subsidi “aman” untuk sekarang. Tapi rakyat tahu polanya: yang non subsidi naik dulu, lama-lama alasannya merembet ke semua.

Pertamina berdalih penyesuaian ini sesuai formula pemerintah. Faktornya: harga minyak dunia, kurs rupiah, pajak, dan “tingkat daya beli masyarakat”.

Kalimat terakhir itu yang paling menyakitkan. Di saat harga pangan, tarif dasar, dan biaya hidup lain sudah bikin napas sesak, pemerintah justru bilang kenaikan ini “mempertimbangkan daya beli”.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyebut hanya sebagian produk non subsidi yang naik “dengan memperhatikan keekonomian dan kondisi sosial masyarakat”. Faktanya, Dexlite naik 20% dalam sebulan. Untuk UMKM logistik, petani yang pakai mesin diesel, dan kelas menengah yang kendaraannya butuh RON 98, ini pukulan langsung.

Pemerintah minta masyarakat “membeli sesuai kebutuhan dan sesuai spesifikasi kendaraan”. Imbauan yang terdengar seperti menyuruh rakyat memilih: mau tetap jalan atau mau hemat, padahal opsinya tidak ada.

Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2026

  • Pertalite: Rp10.000/liter – Tetap
  • Solar Subsidi: Rp6.800/liter – Tetap
  • Pertamax: Rp15.950/liter – Tetap
  • Pertamax Green: Rp16.600/liter – Tetap
  • Pertamax Turbo: Rp19.600/liter – Naik
  • Dexlite: Rp23.700/liter – Naik
  • Pertamina Dex: Rp25.200/liter.- Naik

Di atas kertas ini hanya “BBM non subsidi”. Di lapangan, efek dominonya langsung: biaya distribusi naik, harga barang naik, inflasi merayap.

Baca Juga  Sorak Sorai di Stadion Mini! RW 02 Juarai Turnamen Antar RW Pertama di Desa Sriamur

Sekali lagi rakyat diminta “beradaptasi”. Sementara formula, pajak, dan kebijakan yang bikin harga melambung tetap jalan seperti biasa.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan