Pemalang Darurat Peredaran Obat Keras Jaringan “Cluster” Incar Generasi Muda

Berita, Daerah, Sosial27 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, PEMALANG  – Peredaran obat keras golongan G tanpa resep dokter di Kabupaten Pemalang kian meresahkan. Praktik ilegal yang menyasar kalangan remaja dan pelajar ini dinilai mengancam masa depan generasi muda akibat harganya yang terjangkau dan minimnya pengawasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan investigasi lapangan, peredaran obat terlarang ini diduga dikendalikan oleh jaringan terorganisasi yang terbagi dalam tiga kelompok wilayah, yaitu tim Ac*h, tim Selatan, dan tim Lokal.

Salah seorang warga Comal berinisial SJ mengungkapkan, transaksi di wilayah Grosir Comal kerap dilakukan secara terang-terangan menggunakan sistem Cash on Delivery (COD).

“Setiap hari banyak anak muda yang mondar-mandir menggunakan motor ke Grosir Comal untuk membeli (obat). Sebenarnya warga tahu, tapi mayoritas takut bersuara. Kabarnya di Ampelgading dan Petarukan juga ramai,” ujar SJ, Minggu (19/7/2026).

Informasi serupa disampaikan oleh warga lain, Djoyo. Ia menyebutkan bahwa aktivitas para pengedar di wilayah Kecamatan Pemalang kota beroperasi di beberapa titik strategis.

“Setahu saya, mereka ada yang mangkal di eks pasar buah, depan rumah sakit, hingga di daerah Kelurahan Mulyoharjo. Untuk wilayah selatan, titik pastinya belum diketahui,” kata Djoyo.

Merespons situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang beserta aparat penegak hukum didesak untuk segera mengambil tindakan tegas. Kehadiran negara dan regulasi yang ketat sangat diperlukan untuk menutup ruang gerak jaringan bisnis ilegal ini.

Di sisi lain, edukasi mendalam serta pengawasan ketat dari lingkungan keluarga dan orang tua menjadi benteng utama dalam menyelamatkan moral serta masa depan generasi muda di Pemalang.

Baca Juga  Setahun Minim Pembangunan, Jalan Makin Hancur, Gaji Macet, Utang Rp30 M Diam-Diam: Rapor Merah Bupati Tubaba

Posting Terkait

Jangan Lewatkan