Lebih dari 30 Persen Desa di Maros Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Berita, Daerah45 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, MAROS — Memasuki puncak musim kemarau, sebagian besar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menghadapi situasi darurat. Tercatat lebih dari 30 persen desa di kabupaten ini kini mengalami kekeringan ekstrem yang memicu krisis air bersih bagi ribuan warga.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, dampak kekeringan ini telah meluas ke berbagai kecamatan. Sejumlah sumur warga yang menjadi sumber air utama dilaporkan mulai mengering, memaksa masyarakat untuk mencari alternatif lain demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampak dan Penanganan Darurat

  1. Kesulitan Air Bersih: Warga di desa-desa terdampak harus berjalan jauh atau mengandalkan bantuan air dari pemerintah untuk kebutuhan memasak dan minum.
  2. Sektor Pertanian Terdampak: Selain krisis air bersih, puluhan hektar lahan pertanian dan sawah mengalami kekurangan pasokan air, yang berpotensi menyebabkan gagal panen (puso).
  3. Distribusi Bantuan: Pemerintah Kabupaten Maros melalui BPBD bersama instansi terkait telah menerjunkan armada tangki air bersih untuk disalurkan secara berkala ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak.

“Kami terus berupaya memperluas jangkauan distribusi air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan TNI-Polri juga dioptimalkan agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujar salah satu pejabat terkait di Maros.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat selama periode musim kemarau ini.

Warga yang wilayahnya mengalami krisis air parah juga diminta segera melapor melalui pemerintah desa setempat agar segera mendapatkan pasokan air darurat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan