Heboh Video Tiktok: Rp4,59M Anggaran ATK di BPKAD Tubaba Tahun 2026. Kepala BPKAD Memilih Bungkam

Rp1,499M Cuma Buat 'Analisis Bahan Cetak'? BPKAD Tubaba Keterlaluan Dan Catat Sejarah Pemborosan Baru

Beranda, Berita, Daerah165 Dilihat
banner 468x60

TULANG BAWANG BARAT, denyutrakyat.com – Beredar video Tiktok dengan nama akun @bangnov1 yang mengungkap dugaan pemborosan anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) di BPKAD Kabupaten Tulang Bawang Barat bukan sekadar angka. Rp4,59 miliar untuk ATK adalah tamparan telak ke muka rakyat.

Dalam video berdurasi 2.01 menit yang ramai jadi perbincangan warganet menyebut rincian anggaran ATK di BPKAD Tubaba;

Rp1.499 miliar cuma untuk “analisis perencanaan, barang cetak”. Analisis apa yang harganya setara pembangunan Puskesmas?

Rp1,2 miliar untuk “pengamanan barang milik daerah, barang cetak”. Kertasnya dijaga Brimob atau gimana?

Rp193 juta untuk “belanja alat kantor”. Dan Rp79 juta penyediaan barang cetakan serta penggandaan.

Dari data yang disebut dalam video tiktok tersebut total ada Rp2,699 miliar anggaran ATK BPKAD Tubaba, artinya bukan Rp4,59 miliar seperti judul dalam narasi video. Tetapi walau demikian anggarannya masih cukup fantastik.

Ini bukan efisiensi. Ini pesta pora anggaran berkedok ATK. Publik berhak marah karena uang itu pajak rakyat, bukan uang monyet.

Kalau “alat tulis” aja bisa makan Rp2,66 miliar, wajar kalau pembangunan jalan rusak, layanan publik lemot, Siltap aparatur tiyuh telat cair. Prioritasnya jelas kebalik.

BPKAD harusnya jadi garda depan pengelolaan keuangan daerah. Tapi yang terjadi malah jadi contoh buruk cara menghamburkan uang rakyat paling kreatif.

Dalam video tiktok itu, boleh diragukan kebenarannya atau mungkin hoax. Tetapi yang membuat publik makin curiga adalah sikap bungkamnya BPKAD Tubaba sendiri.

Melalui pesan WhatsApp redaksi denyutrakyat.com mengirim video tiktok tersebut kepada Kepala BPKAD Tubaba, M. Mukmin, S.T., M.M. untuk meminta tanggapannya, tetapi Mukmin ikut membisu tidak merespon pesan tersebut.

Baca Juga  Masyarakat Tubaba Peduli (MANTAP) Peluk Keluarga Korban Laka Sebagai Bentuk EmpatiĀ 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *