Gugur Saat Lawan Begal, Bripka Arya Tinggalkan Duka di Polda Lampung

Berita, Daerah195 Dilihat
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG, denyutrakyat.com – Pagi itu seharusnya jadi tugas biasa bagi Bripka Anumerta Arya Supena. Namun takdir berkata lain. Ia gugur di tangan begal saat mencoba melindungi motor warga, Sabtu 9/5/2026.

Pukul 05.30 WIB, langit Bandar Lampung masih gelap. Di Jl. Zainal Abidin Pagar Alam, Bripka Arya yang hendak mengantar laporan ke Kapolda melihat dua pria mencurigakan mengintai motor. Naluri polisinya tak bisa diam. Ia turun, menegur.

Yang terjadi setelahnya adalah pertaruhan nyawa. Perkelahian pecah. Senjata api pelaku terjatuh. Dalam hitungan detik, Bripka Arya berusaha merebutnya demi menyelamatkan nyawa. Namun timah panas lebih cepat. Ia roboh, bersimbah darah, sementara para pelaku kabur dibonceng rekannya.

Satpam dan tukang sapu yang ada di lokasi jadi saksi bisu. Mereka melihat sendiri keberanian almarhum. Mereka pula yang berteriak minta tolong, menghubungi 110, berusaha menghentikan darah yang mengucur. Tapi Tuhan punya rencana lain.

“Beliau gugur saat menjalankan tugas mulia: melindungi masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun, Minggu 10/5/2026 dengan suara bergetar.

Kini Polda Lampung memburu para pelaku. Identitas mereka sudah dikantongi. “Diduga masih di Lampung. Semua jajaran kami kerahkan,” tegas Yuni. Asal-usul senjata api yang merenggut nyawa Bripka Arya pun masih ditelusuri.

Bripka Arya pergi sebagai pahlawan. Ia gugur bukan di medan perang, tapi di jalanan kota yang ia jaga. Meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan warga Lampung.

Selamat jalan, Bhayangkara. Pengorbananmu tak akan terlupa.

Baca Juga  Presiden Pidato Kesejahteraan, Petani Takalar Menjerit Menunggu Air Sawah Yang Kering Kerontang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *