Massa Ngamuk, Ponpes Nurul Jadid di Mesuji Dibakar: Buntut Dugaan Asusila Kiai Tak Tersentuh Hukum

Berita, Daerah54 Dilihat
banner 468x60

MESUJI, denyutrakyat.com  – Amarah warga Desa Tanjung Mas Jaya, Mesuji Timur, Lampung pecah Jumat siang, 9 Mei 2026. Kediaman pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid hangus dibakar massa. Pemicunya: kekecewaan mendalam atas mandeknya proses hukum dugaan asusila yang menyeret kiai berinisial FJR.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, usai salat Jumat. Menurut saksi mata, kemarahan warga memuncak karena FJR yang sempat “menghilang” ke Pulau Jawa saat kasus mencuat, tiba-tiba pulang dan berani menggelar pengajian. Warga menilai FJR kebal hukum.

“Perkara ini sudah setahun lebih. Kiai FJR merasa aman-aman saja karena diduga ada yang melindungi. Wajar masyarakat geram,” kata DMW, jurnalis lokal yang memantau kasus ini.

DMW mempertanyakan langkah cepat polisi menangkap terduga provokator pembakaran, sementara FJR yang jadi akar masalah belum tersentuh. “Ada asap pasti ada api. Tidak mungkin massa nekat membakar kalau tidak ada pemicunya. Tegakkan keadilan,” tegasnya.

DMW sendiri mengaku pernah ditahan Polres Mesuji setahun lalu atas tuduhan pemerasan terhadap FJR. Ia bersikeras dugaan asusila itu nyata dan sempat viral, meski beberapa tautan berita kini hilang. “Jejak digitalnya masih ada di Google dan Instagram media itu. Polisi harus tegas.”

Polisi sudah mengamankan terduga provokator aksi anarkis. Pihak kecamatan Mesuji Timur juga sudah memberi klarifikasi untuk meredam kehebohan. Situasi di lokasi kini mulai kondusif dalam pengamanan ketat.

Namun warga tetap mendesak: usut tuntas dugaan asusila di Ponpes Nurul Jadid secara transparan. Hingga berita ini ditulis, Kepala UPTD PPPA Mesuji, Yuni Cahyani, belum merespons konfirmasi terkait dugaan pelecehan terhadap santriwati yang dilaporkan sejak tahun lalu.

Baca Juga  Bangunan Iconik Sessat Agung Tubaba di Rehab

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *