SUMEDANG, denyut rakyat — Forum Membangun Desa (Formades) Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) perdana di Pondokan Hanjuang Hegar, Sumedang, Jumat (15/5/2026).
Forum ini menjadi tonggak awal konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen pengabdian untuk kemajuan desa di Jawa Barat.
Musda dihadiri 16 perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Formades se-Jawa Barat. Selama kegiatan, peserta membahas program kerja, rekomendasi organisasi, proses restorasi, hingga pemilihan kepengurusan baru DPD Formades Jawa Barat yang berlangsung secara aklamasi melalui musyawarah mufakat.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Hadir mewakili Keraton Sumedang Larang, Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya, persatuan, dan kohesi sosial masyarakat.
“Desa bukan hanya wilayah administratif, tetapi tempat tumbuhnya budaya, persatuan, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, Musda seperti ini penting untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap desa,” ujar Raden Luki.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Andri Sutisna dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang hadir mewakili Bupati Sumedang. Ia mengapresiasi terselenggaranya Musda pertama Formades Jawa Barat dan berharap organisasi ini menjadi kekuatan positif bagi pembangunan desa.
“Mudah-mudahan ke depan semakin harmonis, semakin jaya, semakin kuat, dan semakin besar. Amanah dalam organisasi bukan hal ringan, sehingga diperlukan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus bergerak demi kepentingan masyarakat,” kata Andri.

Ketua Panitia Musda Formades Jawa Barat, Agus Dadang Hermawan, menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan antaranggota dari berbagai daerah. Selain sidang organisasi, Musda juga diisi pembahasan program kerja, sidang komisi, dan penyusunan rekomendasi arah gerakan Formades Jawa Barat ke depan.
Ketua Umum Formades, Junaidi Farhan, menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian Musda. Ia menyebut bahwa seluruh agenda, mulai dari rencana program kerja hingga penyerahan Bendera Pataka sebagai panji kehormatan, telah berjalan dengan semangat kekeluargaan, gotong royong, sinergi, dan transparansi.
“Ini bukan akhir, tetapi tonggak awal perjuangan dan pengabdian Formades di Jawa Barat. Kami harus terus bergerak dan beraksi nyata untuk bersama mewujudkan kesejahteraan bersama,” tegas Junaidi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Musda, meliputi Panitia SC dan OC Musda Formades Jawa Barat, 16 DPC Formades se-Jawa Barat, DPP Formades, Keraton Sumedang Larang, Dinas PMD Kabupaten Sumedang, Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang, Badan Kesbangpol Kabupaten Sumedang, serta ormas, LSM, dan pihak lain yang terlibat.
Menjelang penutupan Musda Formades Asep Rahmat Hidayat , S.IP., M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sumedang hadir. Sehingga beliau didaulat Ketum Formades untuk memberikan arahan positif sekaligus saran dan nasihat untuk jajaran pengurus Formades.

Musda ditutup dengan seruan bahwa penguatan desa harus terus dilakukan secara nyata, tulus, dan tanpa pamrih.
“Salam Formades! Dari Desa Untuk Indonesia,”






























