Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Resmi di Jebloskan ke Rutan KPK

Ardito Wijaya turun dari lantai 2 gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam, dan langsung digiring menuju mobil tahanan

Berita, Sosial851 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT,  Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya bersama empat tersangka lain di Rutan KPK, Kamis pagi sekitar pukul 06.50 WIB (11/12/2025)

Dilansir dari MetroTV, Ardito secara eksklusif meminta dukungan do’a dari warga Lampung Tengah dan menghimbau warganya tetap semangat.

“Ya mohon do’anya, Lampung Tengah harus tetap terus maju, semangat masyarakat,” komentarnya singkat saat ditanya wartawan, sambil menuju mobil tahanan KPK dengan menggunakan rompi Oren.

Sementara itu KPK mengagendakan pengumuman status Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya dan empat orang lain yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) sebagai tersangka atau tidak, pada Kamis (11/12) sore ini.

“Berapa jumlah yang ditetapkan sebagai tersangka, dan siapa saja? Nanti secara lengkap kami akan sampaikan dalam konferensi pers hari ini. Rencana sore,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Budi mengatakan dalam konferensi pers tersebut juga akan diumumkan kronologi perkara yang melibatkan tersangka terkait OTT Bupati Lampung Tengah.

Selain itu, dia mengatakan KPK akan menampilkan barang bukti yang sudah disita terkait OTT tersebut.

Diberitakan sebelumnya KPK mengamankan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ardito tiba di gedung KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 20.15 WIB, Rabu (10/12/2025). Ardito mengenakan topi putih dan jaket hitam.

Dia juga terlihat membawa koper biru. Dia hanya menyebut dirinya sehat. “Alhamdulillah sehat. Di rumah aja,” sebutnya.

KPK membenarkan Ardito menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam OTT kali ini. Namun, KPK belum menguraikan siapa saja pihak yang diamankan selain Ardito. “Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahayanto.

Baca Juga  Presiden Pidato Kesejahteraan, Petani Takalar Menjerit Menunggu Air Sawah Yang Kering Kerontang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *