TULANG BAWANG BARAT, denyutrakyat.com – Tubaba Q Sehat adalah program unggulan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) di sektor kesehatan yang berfokus pada pemerataan akses layanan medis melalui konsep jemput bola langsung ke masyarakat.
Program tersebut menempati posisi paling bergengsi yang disusul program Tubaba Q Cerdas, Tubaba Q Berdaya, Penguatan Sektor Peternakan, dan Lingkungan Berkelanjutan. Sementara soal infrastruktur tidak masuk program prioritas.
Tetapi ironis program Tubaba Q Sehat sebagai program unggulan nomor Wahid tersebut, per 31 Mei 2026, Tubaba menepati juru kunci dari 15 Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung.
Tubaba cuma 3.678 peserta CKG. Sementara Pringsewu 36.041, Mesuji 33.580, Metro 30.493. Agregat CKG Tubaba juga buncit 11.126 orang, terendah se-Lampung. Ini bukan “kurang sosialisasi”. Ini gagal total, demikian yang disampaikan Ahmad Basri pengamat kebijakan dari Lembaga K3PP. Selasa (9/6/2026)
Menurut Abas, demikian Ahmad Basri biasa dipanggil panggilan, Tubaba Q Sehat tiap hari dipublikasikan, seluruh pejabat tinggi daerah ikut turun gunung bersosialisasi, seremoni jalan terus tanpa henti, kamera segala penjuru meliput kegiatan. Tapi koordinasi lintas sektor ambyar, pengawasan DPRD entah ke mana.
“Program bagus tapi mati di birokrasi. Lebih bahaya mana salah rancang atau gagal laksana? Tubaba gagal pelaksanaan, anggaran negara digelontor, fasilitas ada, rakyatnya tetap nggak terlayani. Yang jalan cuma narasi, bukan layanan,” kata Abas.
Posisi juru kunci ini bukan angka. Ini alarm merah. Rakyat Tubaba nggak butuh slogan “Tubaba Q Sehat” yang indah. Butuh cek darah, cek gula, deteksi dini yang beneran datang ke kampung.
“DPRD Tubaba jangan pura-pura buta. Panggil Dinkes, gelar hearing terbuka. Kalau data resmi Lampung bilang Tubaba paling bawah, hentikan pencitraan. Akui gagal, bedah sistem, perbaiki. Nyawa warga terlalu mahal buat dikorbankan demi narasi keberhasilan palsu,” pungkas Abas




























