Sengketa Menara BST Pemalang: XL Smart Dianggap Abaikan Hak Lingkungan, Warga Ancam Bongkar Tower

Berita, Daerah31 Dilihat
banner 468x60

PEMALANG, denyutrakyat.com – Warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, mendesak pembongkaran menara Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di wilayah mereka. Langkah tegas ini diambil lantaran pihak provider dinilai mengabaikan kewajiban kompensasi bina lingkungan dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah disepakati bersama sejak sepuluh tahun lalu.

Ketua Kawali DPD Kabupaten Pemalang sekaligus perwakilan warga, Andi Suswanto, menegaskan bahwa komunikasi dengan pengelola aset PT KAI maupun pihak provider telah berulang kali dilakukan. Namun hingga kini, hak-hak warga RW 12 belum juga terealisasi.

“Warga hanya menuntut hak sesuai kesepakatan awal sejak tahun 2016 silam hingga sekarang (2026). Jika tidak ada penyelesaian konkret, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendesak pembongkaran bangunan tower tersebut,” tegas Andi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, menara BTS tersebut berlokasi tak jauh dari Stasiun Kereta Api Pemalang (Wilayah Daop 4) dan berdiri sangat dekat dengan sempadan Sungai Kaligempol.

Di sisi lain, perwakilan pihak provider, Lili, menjelaskan bahwa kepemilikan menara tersebut kini telah berpindah manajemen dari XL Axiata ke XL Smart. Ia berdalih keterlambatan pembayaran terjadi karena manajemen baru tidak mengetahui adanya dokumen kesepakatan terdahulu.

“Kami meminta maaf atas miskomunikasi ini. Perusahaan berkomitmen untuk segera memenuhi kewajiban secepatnya,” ujar Lili saat berdiskusi dengan perwakilan warga, Senin (8/6/2026).

Meski berjanji akan menyelesaikan masalah pada bulan ini, pihak provider justru mencoba bernegosiasi agar nilai kompensasi CSR yang dituntut warga dipotong hingga setengahnya.

Menanggapi tawaran tersebut, perwakilan warga lainnya, Romi, menyatakan belum bisa mengambil keputusan sepihak.

Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pengurus RT, RW, serta warga terdampak untuk menyikapi opsi yang diajukan oleh manajemen XL Smart.

Baca Juga  Pelayanan Medis Tidak Profesional, RSIA Umi Attaya Tubaba Batalkan Operasi Secara Tiba-tiba Saat Pasien Sudah Memakai Baju Operasi

“Kami akan musyawarah dengan RT, RW dan warga lebih dulu. Kalau penjelasan dari pihak perwakilan perusahaan XL Smart bisa diterima oleh semua pihak ya kita terima, akan tetapi kalau warga menolak dan tidak berkenan adanya tower tersebut, tentu kami akan mengambil langkah lebih serius dengan mendesak pihak – pihak terkait agar sesegera mungkin tower tersebut dibongkar,” pungkasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *