Lampung Bersuara: Ratusan Massa Kepung Tugu Adipura, Tuntut Negara Hadang Promosi LGBT

Berita, Daerah39 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG — Ratusan orang memadati pusat Kota Bandar Lampung, Minggu 23 Agustus 2026. Mereka datang dalam aksi damai bertajuk Tolak LGBT yang digalang Komunitas Lampung Peduli Umat.

Long march dimulai dari Masjid Taqwa menuju Tugu Adipura. Massa berpakaian hitam putih, membawa spanduk penolakan dan balon oranye. Polisi mengawal ketat agar arus lalu lintas tidak lumpuh.

Tiba di Tugu Adipura, orasi bergulir. Inti tuntutannya satu: negara tidak boleh abai.

Dikutip dari Radar Lampung; Penanggung jawab aksi, Mukhlis, menyebut aksi ini respons atas keresahan yang kian nyata.

“Aksi damai ini bentuk kepedulian kami. Keresahan masyarakat meningkat karena fenomena LGBT makin terbuka di ruang publik dan ruang digital. Dampaknya langsung ke keluarga dan masa depan anak,” kata Mukhlis.

Ia menegaskan LGBT bukan sekadar urusan pribadi. “Ketika normalisasi terjadi secara terbuka, cara pandang dan perilaku generasi muda ikut terdampak. Karena itu kami dorong ada langkah pencegahan dan perlindungan nyata untuk anak dan remaja,” jelasnya.

Mukhlis menyorot Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025–2029. Di dalamnya, penyebaran budaya LGBT masuk kategori ancaman nonmiliter.

Data kesehatan juga jadi sorotan. Mengacu data penyelenggara, hingga Oktober 2025 tercatat 465 kasus baru HIV di Bandar Lampung. Sebanyak 242 kasus ada pada kelompok LSL. Sepanjang 2024 angkanya bahkan tembus 565 kasus, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

“Pemerintah jangan menonton. Jangan tutup mata. Ambil langkah serius mencegah penyebaran dan promosi LGBT, khususnya yang menyasar anak dan generasi muda. Perkuat perlindungan keluarga, pendidikan agama dan moral,” tegasnya.

Ia menutup dengan landasan keyakinan.
“Solusi hidup tidak cukup pakai logika manusia. Harus kembali ke aturan Allah SWT. Sebagai Muslim kami yakin Sang Pencipta paling tahu mana yang baik dan buruk bagi manusia,” ujarnya.

Baca Juga  Pernah Tugas di KPK, Budi Nugraha, SH., MH., Kini Menjabat Aspidsus Kejati Lampung

Polresta Bandar Lampung menurunkan 305 personel. Mereka tersebar di titik kumpul, rute long march, dan sekitar Tugu Adipura untuk mengatur lalu lintas dan menjaga agar aksi berjalan aman hingga bubar.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan