Jalan Maut Panaragan Jaya: Pemerintah Tubaba Lalai, Nyawa Rakyat Jadi Tumbal

Berita, Daerah273 Dilihat
banner 468x60

TULANG BAWANG BARAT, denyutrakyat.com — Lagi-lagi, buruknya jalan di Tulang Bawang Barat menagih nyawa. Rabu malam 27 Mei 2026, Karim Bin Ratu, warga Gunung Katun Malay Kecamatan Tulang Bawang Udik, tewas mengenaskan setelah motornya menghantam lubang besar di depan PONED Panaragan Jaya.

Bukan kecelakaan karena ugal-ugalan. Ini pembunuhan perlahan oleh kelalaian pemerintah.

Titik maut itu bukan rahasia. Sudah bertahun-tahun lubang menganga di ruas Panaragan Jaya–Panaragan. Warga sudah teriak, sudah lapor, sudah muak.

Tapi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat memilih tuli. Tidak ada perbaikan serius, tidak ada rasa tanggung jawab. Yang ada hanya tambal sulam asal-asalan dan janji kosong yang mati sebelum dikerjakan. Hasilnya? Nyawa melayang.

“Jalan itu sudah lama rusak parah, bukan baru kemarin. Kami sudah sering mengeluh, tapi tidak pernah benar-benar diperbaiki. Sekarang sudah ada korban meninggal, siapa yang harus bertanggung jawab?” kata keluarga korban, suaranya bergetar menahan marah.

Pertanyaan itu seharusnya dijawab oleh Bupati dan dinas terkait. Tapi jangan harap. Mereka lebih lincah bikin konten pembangunan di media sosial daripada turun cek jalan. Lebih sibuk jaga citra, lebih takut reputasi rusak daripada rakyat mati di lubang.

Ironisnya, pajak tetap dipungut lancar setiap bulan. Jalan layak? Mimpi. Penerangan? Gelap. Keselamatan? Dianggap bonus. Rakyat dipaksa main judi nyawa setiap kali keluar rumah, sementara pejabatnya lewat di jalan mulus dengan mobil dinas ber-AC.

Ini bukan lagi soal infrastruktur. Ini soal kegagalan negara menjalankan fungsi paling dasar: melindungi warganya. Pemerintah Tubaba gagal total. Mereka abai, lamban, dan seolah menunggu korban berikutnya biar ada alasan buat bagi-bagi proyek perbaikan dadakan.

Kematian Karim Bin Ratu adalah tamparan keras. Dan kalau pemerintah masih diam, itu artinya mereka sudah memilih: citra lebih penting dari nyawa rakyat.

Baca Juga  Eks Gedung Pendidikan Disulap Jadi Lokasi Bisnis Remang-Remang. Diprotes Warga

Warga tidak butuh pidato. Warga butuh jalan yang bisa dilewati tanpa harus siap-siap jadi korban. Perbaiki total sekarang, sebelum lubang itu menelan orang lain. Karena nyawa tidak bisa ditambal dengan konferensi pers.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait baik Kepolisian maupun dari Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *