HARDIKNAS 2026: BEM SI Bakar Semangat Perlawanan, Sebut Pendidikan Indonesia Gelap Gulita 

Beranda, Berita, Nasional154 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, denyutrakyat.com — Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 tidak akan jadi panggung pidato kosong. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia BEM SI memastikan turun ke jalan, menjadikan Patung Kuda Arjuna Wijaya sebagai titik ledak perlawanan.

Dengan tagar #GelapGulitaPendidikanIndonesia, BEM SI menelanjangi wajah busuk pendidikan nasional: timpang, komersil, dan abai pada rakyat kecil.

“Hardiknas bukan waktunya karangan bunga dan seragam rapi. Ini hari duka pendidikan. Ini hari perlawanan,” tegas pernyataan resmi BEM SI di Instagram @bem_si, Sabtu, 2 Mei 2026.

BEM SI tidak main-main. Mereka membawa 9 tuntutan tajam yang mereka sebut “9 Dosa Pendidikan” yang harus segera diadili pemerintah:

1. Bongkar Mafia Anggaran: Reformasi total tata kelola dana pendidikan. Stop campur aduk anggaran publik dengan kedinasan. Hentikan negara jualan pendidikan.

2. Pendidikan Bukan Formalitas APBN: Pusat dan daerah wajib jadikan pendidikan agenda nyata, bukan sekadar syarat menghabiskan anggaran.

3. Keadilan untuk 3T dan Kelompok Rentan: Akses pendidikan berkualitas jangan cuma milik kota. Pelosok dan kaum marjinal sudah terlalu lama dikorbankan.

4. Angkat Martabat Guru, Hapus Perbudakan Honorer: Sejahterakan guru tanpa basa-basi. Selesaikan status honorer secara adil dan bermartabat. Stop rekrutmen penuh nepotisme.

5. Stop Sekolah Lapuk: Negara harus malu. Rehabilitasi total sekolah rusak. Sarpras layak itu hak, bukan belas kasihan.

6. Tolak Kebijakan Ugal-ugalan: Pendidikan tidak boleh jadi kelinci percobaan menteri. Tuntut kebijakan berbasis data dan visi jangka panjang.

7. Pendidikan Karakter Bukan Jargon: Wujudkan pendidikan yang menanamkan nilai kebangsaan dan kearifan lokal, bukan hafalan upacara.

8. Audit Dana Pendidikan Sekarang: Transparansi total. Awasi setiap rupiah dana pendidikan. Jangan ada lagi yang ditilep oknum.

Baca Juga  Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 6 Pejabat 

9. Revisi UU Sisdiknas: Libatkan Rakyat: Tolak pembahasan elitis di ruang tertutup. Masyarakat sipil harus duduk di meja yang sama.

BEM SI menegaskan aksi ini adalah peringatan. Jika 9 dosa itu tidak diindahkan, maka “gelap” pendidikan akan berubah jadi “badai” perlawanan yang lebih besar.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *