Jakarta, denyutrakyat.com — Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 tidak akan jadi panggung pidato kosong. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia BEM SI memastikan turun ke jalan, menjadikan Patung Kuda Arjuna Wijaya sebagai titik ledak perlawanan.
Dengan tagar #GelapGulitaPendidikanIndonesia, BEM SI menelanjangi wajah busuk pendidikan nasional: timpang, komersil, dan abai pada rakyat kecil.
“Hardiknas bukan waktunya karangan bunga dan seragam rapi. Ini hari duka pendidikan. Ini hari perlawanan,” tegas pernyataan resmi BEM SI di Instagram @bem_si, Sabtu, 2 Mei 2026.
BEM SI tidak main-main. Mereka membawa 9 tuntutan tajam yang mereka sebut “9 Dosa Pendidikan” yang harus segera diadili pemerintah:
1. Bongkar Mafia Anggaran: Reformasi total tata kelola dana pendidikan. Stop campur aduk anggaran publik dengan kedinasan. Hentikan negara jualan pendidikan.
2. Pendidikan Bukan Formalitas APBN: Pusat dan daerah wajib jadikan pendidikan agenda nyata, bukan sekadar syarat menghabiskan anggaran.
3. Keadilan untuk 3T dan Kelompok Rentan: Akses pendidikan berkualitas jangan cuma milik kota. Pelosok dan kaum marjinal sudah terlalu lama dikorbankan.
4. Angkat Martabat Guru, Hapus Perbudakan Honorer: Sejahterakan guru tanpa basa-basi. Selesaikan status honorer secara adil dan bermartabat. Stop rekrutmen penuh nepotisme.
5. Stop Sekolah Lapuk: Negara harus malu. Rehabilitasi total sekolah rusak. Sarpras layak itu hak, bukan belas kasihan.
6. Tolak Kebijakan Ugal-ugalan: Pendidikan tidak boleh jadi kelinci percobaan menteri. Tuntut kebijakan berbasis data dan visi jangka panjang.
7. Pendidikan Karakter Bukan Jargon: Wujudkan pendidikan yang menanamkan nilai kebangsaan dan kearifan lokal, bukan hafalan upacara.
8. Audit Dana Pendidikan Sekarang: Transparansi total. Awasi setiap rupiah dana pendidikan. Jangan ada lagi yang ditilep oknum.
9. Revisi UU Sisdiknas: Libatkan Rakyat: Tolak pembahasan elitis di ruang tertutup. Masyarakat sipil harus duduk di meja yang sama.
BEM SI menegaskan aksi ini adalah peringatan. Jika 9 dosa itu tidak diindahkan, maka “gelap” pendidikan akan berubah jadi “badai” perlawanan yang lebih besar.






























