Bandar Lampung, denyutrakyat.com – Forum akademik soal penanganan banjir Bandar Lampung pecah. Wali Kota Eva Dwiana meledak dan menuding Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, “bohong” di tengah FGD Roadmap Penanganan Banjir di Kampus IBI Darmajaya, Selasa (28/4/2026).
Suasana awalnya kondusif. Empat rektor, Darmajaya, Unila, UBL, dan Itera menginisiasi FGD bertajuk ‘Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan’. Tapi tensi naik saat Elroy memaparkan data perubahan titik banjir.
“Pada 6 Maret banjir di 44 titik, 11 April polanya sudah berpindah. Titik yang kami tangani juga ikut berubah,” kata Elroy.
Ia menyebut akar masalah, hujan ekstrem, tanggul jebol, penyempitan sungai, gorong-gorong mampet, hingga sedimentasi tinggi. “Tidak bisa hanya dikeruk. Harus ada masterplan dari hulu sampai hilir. Banyak tanggul rendah dan permukiman padat di daerah rawan,” tegasnya.
Pemaparan itu disela Eva Dwiana. Dalam video yang beredar, Eva tampak emosi, berdiri sambil menunjuk-nunjuk ke arah Elroy. “Bohong,” sergahnya. Interupsi itu bikin forum tegang.
Eva membalas dengan data versinya. “Tidak ada yang ditutupi. Kalau saya buka semua, memang kondisi Bandar Lampung seperti ini. Banyak bangunan rumah, masjid, sampai hotelĀ yang menutup aliran sungai,” ujar Eva.
Ia mengakui aturan sempadan dilanggar. “Sebenarnya tiga meter dari sungai itu tidak boleh ada bangunan. Tapi kami juga manusiawi, yang jadi perhatian kami adalah rumah warga.”
Eva berdalih luasnya wilayah jadi kendala. “Kita punya 33 sungai besar. Kalau tanggul jebol, apakah langsung semua tertangani? Tidak semudah itu. Hampir di setiap kecamatan ada rumah yang menutup sungai.”
Dalam forum, Eva mengajak semua pihak cari solusi komprehensif. Tapi ledakan emosinya di depan akademisi dan pemangku kepentingan sudah terlanjur jadi sorotan.


















