Sorak Sorai di Stadion Mini! RW 02 Juarai Turnamen Antar RW Pertama di Desa Sriamur

Lewat Adu Penalti Dramatis, Karang Taruna Buktikan Sepak Bola Bisa Satukan Warga

Berita, Daerah64 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BEKASI — Pekik sorak dan tepuk tangan menggema di Stadion Mini Desa Sriamur pada Sabtu sore, 23 Agustus 2026. Karang Taruna Desa Sriamur menutup turnamen sepak bola antar RW pertama dengan laga final yang mendebarkan. RW 02 dari Dusun 1 keluar sebagai juara setelah menundukkan RW 07 dari Dusun 3 lewat adu penalti dengan skor 3:1.

Turnamen yang digagas Karang Taruna Desa Sriamur di bawah kepemimpinan caretaker A. Manan Engke ini berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026. Sebanyak 10 RW se-Desa Sriamur ikut ambil bagian. Yakni RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05, RW 06, RW 07, RW 09, RW 10, dan RW 11.

Ini menjadi sejarah baru bagi warga Sriamur. Untuk pertama kalinya, seluruh RW dikumpulkan dalam satu ajang olahraga resmi tingkat desa.

Pertandingan final antara RW 07 vs RW 02 berlangsung ketat sejak menit awal. Jual beli serangan terjadi. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0:0.

Ketegangan pun berlanjut ke adu penalti. Lima penendang dari masing-masing tim maju. Ketenangan para eksekutor RW 02 akhirnya membuahkan hasil. Dengan skor akhir 3:1, piala juara pertama resmi jatuh ke tangan RW 02 Dusun 1.

Momen penyerahan trofi dan uang pembinaan dilakukan langsung oleh Ketua BPD Desa Sriamur, Nimin Pribadi, bersama Ketua Karang Taruna A. Manan Engke. Suasana haru dan bangga terlihat dari wajah para pemain dan pendukung RW 02.

Ketua Pelaksana, Sutrina yang akrab disapa Bang Karat, menjelaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar mencari juara.

“Tujuan utama kita adalah silaturahmi. Lewat bola, warga dari RW 01 sampai RW 11 bisa kumpul, kenal, dan guyub. Tidak ada lagi sekat dusun. Kita semua warga Sriamur,” kata Bang Karat.

Baca Juga  Rompi Pink No. 6: Detik-Detik Arinal Djunaidi Resmi Jadi Tahanan Kejati Lampung

Hal senada disampaikan Trisna dan Rasim selaku panitia. Mereka bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala keamanan maupun teknis.

“Kami menyadari sepenuhnya, kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan semua pihak. Dari RT, RW, BPD, sampai para dermawan. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai warga yang baik. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dan mendapat ridho Allah SWT. Aamiin,” ujarnya.

Antusiasme warga menjadi bukti nyata keberhasilan acara ini. Stadion Mini yang berkapasitas terbatas pun penuh sesak oleh penonton dari berbagai RW.

Udin, 34 tahun, warga RW 03 yang datang bersama anaknya mengaku senang. “Sudah lama kita tidak ada acara sebesar ini di desa. Anak-anak jadi punya tontonan sehat. Yang penting bukan menang kalahnya, tapi kita bisa ketemu warga RW lain. Saling sapa lagi,” katanya sambil memangku anaknya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga yang juga menyaksikan pertandingan tersebut ikut merasa senang.

“Saya bangga sama anak-anak muda Karang Taruna. Bisa bikin acara serapi ini. Lapangannya rapi, wasitnya tegas, acaranya tertib. Harapan saya tahun depan ada juga lomba voli putri biar ibu-ibu bisa ikut,” ucapnya sambil tertawa.

Ketua Karang Taruna caretaker, A. Manan Engke, menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin.

“Kalau warga sudah senang seperti ini, masa kita berhenti. InsyaAllah tahun depan kita agendakan lagi. Bisa ditambah cabang olahraga lain. Yang penting niat kita sama: memajukan pemuda dan memajukan Desa Sriamur,” tegasnya.

Dengan berakhirnya turnamen ini pada pukul 18.00 WIB, Karang Taruna Desa Sriamur berhasil membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi alat pemersatu. Dari lapangan hijau, lahir kembali semangat kebersamaan yang selama ini dirindukan warga.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan