OTT TERBESAR 2026: BPN Jadi Ladang Suap Ratusan Miliar, Orang Dekat Menteri ATR Terseret

Berita, Nasional54 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bikin geger. Operasi senyap di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor membongkar dugaan skandal suap jumbo pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.

Tak main-main, 20 koper berisi uang tunai rupiah dan valas senilai ratusan miliar rupiah diamankan. Total 17 orang ditangkap.

Yang bikin heboh, yang terjaring bukan kaleng-kaleng:

– Level Pusat Kena: Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lapri.

Kepala Daerah Kena: Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung dan Kepala Kantah Kota Tangerang, Tardi.

Politikus Kena: Politikus Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.

Juru Bicara KPK Budi membenarkan Fahd ada di lokasi penangkapan. Perannya masih didalami.

“Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” ujar Budi di Gedung Merah Putih, Senin (14/9) malam.

Modusnya klasik tapi nilainya fantastis: suap pengurusan HGB di wilayah Kabupaten Bogor untuk Summarecon. KPK juga mengendus aliran penerimaan lain di wilayah Jabodetabek.

“Uang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20 buah. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ungkap Budi.

Ini tamparan keras buat anak buah Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. BPN yang seharusnya jadi garda depan pemberantasan mafia tanah, justru jadi sarang suap.

KPK punya waktu 1×24 jam untuk menetapkan tersangka. Malam ini akan digelar ekspose.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan