Miliaran Masuk, Air Zonk: Dirut PDAM Lotim Disemprot Tokoh Pemuda Gelanggang

Berita, Daerah370 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, Lombok Timur — Angka di atas kertas cantik. Realita di lapangan busuk.

Itulah tamparan keras yang dilontarkan Tokoh Pemuda Gelanggang, Abdul Kadir Jaelani, S.E., kepada Direktur Utama PDAM Lombok Timur. Di tengah klaim pendapatan perusahaan yang tembus miliaran, warga Gelanggang justru sudah bertahun-tahun hidup tanpa air dari keran.

“Jangan mabuk omzet. Jangan terlalu bangga dengan pendapatan miliaran kalau sampai hari ini air saja tidak pernah ngalir. Itu bukan prestasi, itu kegagalan yang dibungkus laporan keuangan,” sentil Abdul Kadir, Minggu (6/9/2026)

Menurutnya, PDAM LOTIM sudah kehilangan nalar pelayanan. Di saat debit air seret dan pelanggan lama terabaikan, perusahaan justru gencar mencari pelanggan baru.

“Logikanya di mana? Air untuk pelanggan lama saja tidak sanggup disuplai, kok berani menambah beban baru. Ini namanya memaksa orang bayar untuk kekecewaan,” tegasnya.

Kekecewaan itu bukan tanpa sebab. Di Gelanggang, warga sudah menyerah. Banyak yang banting setir menggali sumur sendiri karena menunggu air PDAM sama saja dengan menunggu hujan di musim kemarau.

Berikut 8 pukulan telak Abdul Kadir kepada manajemen PDAM LOTIM:

1. Pendapatan Miliaran, Pelayanan Nol Besar. Uang terus mengalir ke kas PDAM. Tapi air ke rumah warga mampet bertahun-tahun.

2. Alasan Debit Air: Alibi Klasik. Musim hujan atau kemarau, alasannya tetap sama: debit kurang. “Kalau tiap musim alasannya sama, berarti masalahnya bukan alam. Tapi manajemen,” ujarnya.

3. Narasi ‘Air Mengalir Lancar’ Adalah Kebohongan. Klaim distribusi lancar dinilai omong kosong. Kalaupun ada, kualitasnya disebut tidak layak minum.

4. Kepercayaan Publik Ambruk, “Masyarakat sudah muak. Ini bukan soal pipa bocor. Ini soal integritas dan tata kelola yang bobrok.”

Baca Juga  Si Jago Merah Hanguskan 13 Rumah di Pendopo, Kerugian di Taksir Mencapai Rp4,5 Miliar

5. Biaya Sambung Rp5 Juta: Memeras Warga Haus. Warga yang putus asa ingin kembali jadi pelanggan dicekik biaya pemasangan hingga Rp5 juta.

6. Pelanggan Lama Jadi Anak Tiri. Fokus cari pelanggan baru, tapi pipa ke pelanggan lama dibiarkan kering.

7. Tagihan Jalan Terus Walau Keran Kering. “Air tidak ada, tapi surat tagihan rajin datang. Ini pungli berkedok layanan publik.”

8. Stop Jual Angin Lewat Keran. “Jangan jual janji. Jangan jual angin lewat keran. Kami bayar, kami berhak dapat air, bukan wacana.”

Bagi Abdul Kadir, air bersih bukan komoditas bisnis. Itu hak dasar. Amanat undang-undang. Ketika BUMD lebih sibuk memoles angka pendapatan daripada memperbaiki pipa, maka fungsi publiknya sudah gagal.

“Kami tidak butuh Direktur yang jago presentasi di rapat. Kami butuh Direktur yang berani turun, buka keran, dan buktikan airnya ngalir. Evaluasi total sistem distribusi, buka anggaran, dan perbaiki kualitas air. Jangan hanya pandai menonjolkan angka di atas kertas,” desaknya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PDAM LOTIM belum memberikan klarifikasi resmi.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan