![]() |
| Gb. Yusuf Al Kahfi alias Jak berpose bersama Sekda Lampung Barat, Nukman. |
Oleh: Jufala (Aktivis LSM dan Penggiat Medsos)
DENYUT RAKYAT — Pagi ini minggu ke 4 dibulan November, tidak seperti biasanya ba’da sholat Subuh pak man tetangga komplekku yang mantan birokrat senior selalu nongol mengajak bersepeda keliling komplek untuk berolah raga pagi.
Tapi pagi ini entah kemana beliau, aku tidak mau berpikir yang aneh-aneh, ku keluarkan sepeda hybrid tuaku untuk berolahraga pagi meski tanpa pak man, walau dalam hati kecilku masih tersirat tanda tanya, kemana pak man, kenapa dia tidak keluar bersepeda, apakah beliau sakit? ahh, semoga beliau sehat dan baik-baik saja pikirku sambil terus menggowes sepeda.
Oh, pikiranku tetap saja dihantui tanda tanya soal lelaki tua yang sudah tergolong sepuh itu, dan aku putuskan untuk putar arah menuju komplek rumah pak man, untuk mengetahui keadaan beliau.
Tidak lebih dari 7 menit, aku sudah berada didepan pagar rumah pak man, suasana sekitar rumah pak man meskipun masih pagi tetapi tampak sudah banyak aktivitas warga. Karena memang sekitar pak man ada beberapa tetangganya yang berjualan nasi uduk, bubur ayam, warung kopi dan warung sayuran.
“Assalamualaikum, Pakde… Pakde..” panggilku saat sudah didalam teras rumah pak man.
Tak menunggu lama, suara pak man menjawab dari dalam, “lho.. lho, sampean to mas,”. jawabnya.
Basa-basi sedikit kami berdua sepakat ngobrol di gazebo rumahnya, dan tak lama anak gadis bungsu pak man, keluar sambil membawa kopi dan gorengan hangat.
“Ini kopi luwak dari Lampung Barat mas,” kata pak man sambil mempersilahkan untuk menyeruput kopi luwak panas tersebut.
Dalam obrolan santai kami di gazebo depan rumah pensiunan birokrat senior tersebut, akhirnya saya tahu mengapa pak man tidak bersepeda pagi ini. Ternyata pak man sedang sedih, galau dan marah lantaran salah satu Kepala Sekolah yang kena tipu program revitalisasi sekolah di Lampung Barat adalah putra kedua beliau.
Dan, karena matahari sudah mulai bersinar terang, aku pamit untuk pulang dari rumah pak man. Nah, soal cerita anaknya pak man yang menjadi salah satu korban penipuan program revitalisasi sekolah di Lampung Barat, yang lebih viral dari kopi luwaknya di November ini, nanti kita ngobrol sambil ngopi lagi. (Tim*)


















