Ketua Umum Formades Sampaikan Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Djunaedi Mulyono Sebagai Ketua Umum Apdesi 2026-2031

Beranda, Nasional438 Dilihat
banner 468x60

Denyutrakyat.com Bandar Lampung – Terpilihnya Djunaedi Mulyono, SH, secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) V di Jakarta yang berlangsung pada 28-30 Januari 2026 mendapat ucapan selamat dan sukses dari Ketua Umum Forum Membangun Desa (Formades), Junaidi Farhan.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Junaidi Farhan di WhatsApp Group (WAG) DPP Formades untuk diteruskan kepada Kepala Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah yang dikenal karena berhasil mengubah desanya menjadi desa wisata maju dengan meningkatkan pendapatan signifikan melalui pengelolaan Umbul Ponggok dan pengembangan potensi wisata air, menjadikannya salah satu desa terkaya di Indonesia, di bawah kepemimpinan Djunaedi Mulyono Pendapatan Asli Desa (PAD) melonjak dari jutaan ke miliaran rupiah per tahun.

“Sampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya pak Djunaedi Mulyono sebagian Ketua Umum DPP APDESI,” tulis Ketum Formades, Jum’at (30/1/2026)

Forum Membangun Desa (Formades) adalah salah satu organisasi perhimpunan masyarakat desa yang lahir diawal tahun 2024 dan diprakarsai oleh beberapa warga desa secara murni, yang bertujuan untuk memotivasi, mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat desa untuk bangkit dan mau peduli terhadap pembangunan desanya dengan semangat gotong royong, sinergi dan transparan.

Formades lahir atas kesadaran sekaligus keprihatinan masyarakat desa yang semakin rendahnya partisipasi orang-orang desa untuk membangun dari desa. Banyak warga desa khususnya para pemuda meninggalkan desanya untuk mengadu nasib ke kota mencari pekerjaan disektor-sektor industri dan jasanya lainnya. Sehingga banyak sawah dan ladang yang terbengkalai dan hanya diurus oleh yang tua-tua tanpa regenerasi.

Kondisi ini dinilai Formades akan menimbulkan risiko dan masalah serius dimasa mendatang, diantaranya;

  • Kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian. Jika banyak pemuda desa pergi ke kota, maka lahan pertanian mungkin tidak terurus, sehingga produksi pangan menurun.
  • Ketergantungan pada impor pangan. Jika produksi pangan dalam negeri menurun, maka negara mungkin harus mengimpor pangan dari luar negeri, sehingga meningkatkan ketergantungan pada negara lain.
  • Kerusakan lingkungan. Jika lahan pertanian tidak terurus, maka bisa terjadi kerusakan lingkungan, seperti erosi tanah, penurunan kualitas air, dan lain-lain.
  • Kesenjangan ekonomi. Jika pemuda desa pergi ke kota, maka kesenjangan ekonomi antara desa dan kota bisa semakin melebar.
Baca Juga  Staf Khusus KemendesPDT, Yahdil Abdi Harahap Bersilaturahmi Ke Sekretariat Umum Formades di Bandung Barat

Dari beberapa rasa keprihatinan diatas Formades melalui program besarnya Sapta Prakarsa Formades, memulai dengan tiga program unggulan yang mulai diterapkan dibeberapa desa antara lain; Sekolah Desa, Ketahanan Pangan berbasis Keluarga dan Posbakum Formades.

Dengan tiga program unggulan tersebut tentu diperlukan kerjasama dan sinergi dengan banyak pihak mulai dari kementerian hingga pemerintah desa.

Terutama dengan pemerintah desa dianggap sangat penting peranannya untuk dapat bersinergi dalam bersama membangun desa, oleh karenanya Formades akan membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan pemerintah desa melalui Apdesi.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *