Kementerian Haji dan Umroh Mengusulkan Wacana Sistem ‘War Tiket Haji’ Untuk Atasi Antrean Berangkat Haji

Nasional189 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan skema war tiket haji masih sebatas wacana.

Menurutnya, wacana skema war tiket muncul seiring rencana peningkatan kapasitas jemaah haji oleh Arab Saudi dalam program jangka panjang mereka

“Misalnya nanti Arab Saudi itu 2030, itu kemungkinan mereka akan menampung lebih dari 5 juta jemaah. Artinya kuota kita pasti dinaikkan juga. Tadinya sekarang kita 221.000, kalau mereka jadi 5 juta, kita bisa hampir 500.000, artinya lebih dari 150 persen,” ujar Dahnil di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Jumat (10/4/2026).

Diketahui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mengkaji terobosan baru berupa skema “war tiket” untuk pemberangkatan haji, sebagai upaya mengatasi antrean panjang yang selama ini bisa mencapai puluhan tahun.

Dalam konsep ini, pemerintah akan menetapkan kuota dan biaya haji setiap tahun, lalu membuka pendaftaran dalam waktu tertentu.

Calon jemaah yang berhasil mendaftar lebih cepat serta memenuhi syarat finansial dan kesehatan berpeluang berangkat di tahun yang sama, menyerupai mekanisme pembelian tiket konser.

Wacana ini muncul sebagai respons atas arahan Prabowo Subianto yang mendorong pemangkasan masa tunggu haji secara signifikan.

Pemerintah sebelumnya telah berhasil menurunkan waktu tunggu dari sekitar 49 tahun menjadi 26 tahun, namun dinilai masih belum ideal. Karena itu, pendekatan baru yang lebih progresif mulai dipertimbangkan untuk mempercepat akses masyarakat menunaikan ibadah haji.

Meski demikian, skema “war tiket” ini masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final. Pemerintah perlu memastikan kebijakan tersebut tetap adil, terutama bagi sekitar 5,7 juta calon jemaah yang sudah terdaftar dalam daftar tunggu saat ini.

Perlindungan terhadap hak mereka menjadi faktor penting sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan.

Baca Juga  KemenHAM Jamin: Era Prabowo Takkan Bungkam Pers, “Kebebasan Sudah Harga Mati”

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *