Gemuruh Mengguncang Selat Sunda: Erupsi Sejak Jam 23.07: Anak Krakatau Keluarkan Lava dan Dentuman Hingga Serang

Beranda, Berita, Nasional51 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Sejak Jumat 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, gunung ini erupsi secara terus-menerus dan memuntahkan lava ke udara disertai dentuman keras yang terdengar hingga jauh.

Berdasarkan laporan PVMBG melalui http://magma.esdm.go.id periode 00.00 – 06.00 WIB, Sabtu 5 September 2026, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III Siaga.

Pengamat Pos PGA Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, melaporkan:

  • Erupsi menerus: Sudah berlangsung lebih dari 7 jam tanpa henti sejak malam tadi.
  • Lava Fountain: Terjadi semburan lava ke udara seperti “air mancur lava”. Ini menandakan tekanan magma cukup kuat di dalam kawah.
  • Dentuman & Gemuruh: Suara dentuman terdengar jelas sampai ke Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
  • Kondisi Visual: Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati karena tertutup lontaran material.
  • Kerusakan Alat: CCTV pengamatan di lapangan sementara off karena terkena lontaran material.

Dari sisi kegempaan, tercatat 1 kali gempa letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi sangat panjang 21.600 detik. Cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Anak Krakatau berada di tengah Selat Sunda, antara Lampung dan Banten. Meski tidak ada permukiman di pulau gunung itu, dampaknya bisa dirasakan nelayan, wisatawan, dan warga pesisir.

PVMBG secara tegas meminta: Masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Artinya, zona berbahaya meliputi area laut di sekitar pulau Anak Krakatau. Potensi bahaya saat ini:

  1. Lontaran material pijar hingga radius 3 km
  2. Lava pijar yang bisa jatuh ke laut dan memicu uap panas
  3. Tsunami lokal jika terjadi longsoran tubuh gunung, seperti kejadian Desember 2018
Baca Juga  PERAN STRATEGIS ADVOKAT DALAM BINGKAI KUHAP 2026

Yang Harus Dilakukan Warga Pesisir Lampung & Banten: Jangan mendekat ke radius 3 km dari kawah untuk alasan apapun, termasuk wisata dan memancing. Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat, air, dan senter

Pantau info resmi hanya dari PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat. Jangan percaya hoaks di media sosial. Nelayan: Jaga komunikasi radio dan perhatikan arahan dari Syahbandar

-Jika merasakan guncangan kuat atau melihat kenaikan air laut tiba-tiba, segera menjauh ke dataran lebih tinggi

Erupsi tipe lava fountain terakhir kali terpantau cukup masif terjadi pada 2022-2023. Pola erupsi menerus seperti ini perlu diwaspadai karena bisa naik ke Level IV Awas jika intensitasnya meningkat.

Untuk info terkini 24 jam bisa cek di: Website: http://magma.esdm.go.id  dan Aplikasi: MAGMA Indonesia.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan