FORMADES Dorong Gerakan Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga Hadapi Ancaman El Nino 2026

Beranda, Berita, Nasional126 Dilihat
banner 468x60

KARANGANYAR, denyutrakyat.com – Bidang Litbang dan Inovasi Dewan Pimpinan Pusat FORMADES mengeluarkan himbauan kepada seluruh jajaran DPD dan DPC di Indonesia untuk menggerakkan program ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi potensi krisis pangan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Niño yang diprediksi terjadi pada semester kedua 2026.

Berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026. Sekitar 64,5% wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari normal, dan 57,2% wilayah mengalami musim kemarau lebih panjang. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

BMKG juga mengingatkan potensi berkembangnya fenomena El Niño dengan kategori lemah hingga moderat yang dapat memperparah kekeringan di berbagai daerah.

Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan penurunan hasil pertanian, gangguan ketersediaan air, kenaikan harga bahan pangan, serta melemahnya ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tingkat keluarga dan desa.

Gerakan Serentak dari RT hingga Desa

FORMADES mengajak seluruh DPC untuk menjalankan Gerakan Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga dan Pekarangan secara serentak. Program ini dirancang menggunakan pendekatan sistem ketahanan pangan terintegrasi yang mandiri dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan terkecil seperti RT, RW, dusun, hingga desa.

Beberapa langkah yang didorong dalam gerakan ini meliputi:

1. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai, sayuran, rempah, dan tanaman produktif lainnya

2. Pengembangan kebun pangan keluarga dan kebun kolektif masyarakat

3. Pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik

4. Budidaya ikan, ayam kampung, dan ternak kecil berbasis rumah tangga

5. Pembentukan bank bibit dan lumbung pangan desa

6. Edukasi masyarakat tentang ketahanan pangan mandiri dan konservasi air

Baca Juga  Tim Formades Jambi Konsolidasi Kepengurusan, Perkuat Sinergi untuk Kemandirian Desa

7. Penguatan gotong royong pangan di tingkat desa dan komunitas

Sinergi dengan Komunitas dan Pemerintah Desa

FORMADES menekankan pentingnya sinergi dengan kelompok masyarakat tradisional, komunitas lokal, kelompok tani, kelompok perempuan, karang taruna, serta pemerintah desa dan daerah. Kolaborasi ini diharapkan membuat gerakan berjalan lebih kuat, terorganisir, dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan hanya persoalan negara, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang masyarakatnya mampu menjaga kemandirian pangannya di tengah situasi krisis,” demikian pernyataan dalam himbauan tersebut.

Melalui gerakan ini, FORMADES berharap dapat hadir langsung di tengah masyarakat dengan aksi nyata, sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengabdian sosial dan pemberdayaan desa.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *