Bursa Ketua LPM Lampung Memanas, Tubaba Gas Pol Dukung Yuhadi: Saatnya Regenerasi!

Berita, Daerah80 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG – Suhu politik jelang Musyawarah Daerah V Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Musda V DPD LPM) Provinsi Lampung mulai memanas.

Musda yang akan digelar pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Hotel Horizon Bandar Lampung ini bukan sekadar agenda formal Laporan Pertanggungjawaban Ketua LPM Lampung masa bakti 2022-2027, Drs. H. Ahmad Bastian, SY. Lebih dari itu, Musda V menjadi momentum penentu arah gerak LPM Lampung lima tahun ke depan, melalui suksesi pemilihan Ketua baru masa bakti 2027-2032.

Peta dukungan pun mulai bergerak dinamis. Kejutan datang dari ujung utara Lampung. DPD LPM Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara tegas menyatakan sikap, siap all out mengusung dan memenangkan Yuhadi sebagai Ketua LPM Provinsi Lampung.

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh pengurus. Sikap kami bulat, dukungan penuh untuk Bung Yuhadi sebagai Calon Ketua LPM Provinsi Lampung mendatang,” tegas Ketua DPD LPM Tubaba, Junaidi Farhan, di Panaragan Jaya, Selasa (20/10/2026).

Dukungan Tubaba ini menjadi sinyal kuat bahwa akar rumput menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya populer, tapi juga mau turun langsung dan memahami denyut nadi pemberdayaan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Steering Committee Musda V, Topan, saat dikonfirmasi Senin (19/10/2026) membenarkan bahwa bursa calon ketua tahun ini sangat dinamis dan kompetitif.

Menurutnya, setidaknya ada tiga tokoh muda potensial yang layak memimpin LPM Lampung. Mereka adalah Ali Sopian, Sabnu Alie, dan H. Yuhadi. Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak di dunia pemberdayaan dan jaringan yang kuat.

“Musda kali ini adalah panggung anak muda. Siapapun yang ingin maju harus mendapat minimal 30 persen dukungan suara dari total 15 suara LPM Kabupaten/Kota se-Lampung. Ini bukan soal siapa paling senior, tapi siapa paling dipercaya,” ujar Topan.

Baca Juga  Karaoke Diva Membangkang Teguran, Kasat Pol-PP Tubaba Dukung Warga Lapor Polisi

Topan menegaskan, Musda V bukan sekadar ajang rebutan jabatan. Ini adalah forum kritis untuk mengevaluasi, sejauh mana LPM benar-benar hadir memberdayakan masyarakat, bukan hanya menjadi stempel program pemerintah.

“Jika LPM hanya jadi penonton pembangunan, untuk apa kita ada? Ketua baru harus berani kritis, motivatif, dan menjadi jembatan antara masyarakat bawah dengan kebijakan pemerintah daerah sampai desa,” tegasnya.

Rencananya, Musda V akan dibuka langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri Ketua Umum DPP LPM, Doli Kurnia Tanjung. Kehadiran dua tokoh sentral ini diharapkan mampu menjaga Musda tetap demokratis, kondusif, dan menghasilkan pemimpin yang legitim.

Kini publik menanti, apakah momentum regenerasi ini akan melahirkan pemimpin yang benar-benar bekerja, atau hanya sekadar pergantian nama tanpa perubahan makna?

Posting Terkait

Jangan Lewatkan