DENYUT RAKYAT.COM | Masa kolonial adalah periode yang sangat sulit bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan eksploitasi sumber daya alam dan ekonomi, sehingga masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan dan kekurangan pangan.
Makan bonggol pisang, menjadi salah satu cara untuk bertahan hidup di tengah kesulitan ekonomi. Bahan makanan yang mudah didapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak mampu membeli makanan lain.
Makan bonggol pisang bisa dilihat sebagai cermin kemiskinan pada masa itu, masyarakat terpaksa mengkonsumsi makanan yang tidak biasa karena kesulitan ekonomi.
Selama masa penjajahan, di tengah kelaparan yang melanda akibat kondisi sulit, bonggol pisang menjadi salah satu alternatif makanan yang dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia.
Bonggol pisang, atau bagian batang pisang yang berada di dalam tanah, diolah secara kreatif untuk bertahan hidup, terutama saat bahan makanan pokok sulit didapat.
Namun di sisi lain, ini juga menunjukkan kecerdasan dan kreativitas masyarakat bangsa kita yang mampu memanfaatkan sumber alam disekitarnya secara arif.
Dibalik sebagai makanan masa sulit, masa penindasan di zaman kolonial, ternyata bonggol pisang kaya akan karbohidrat, vitamin, dan mineral, sehingga menjadi alternatif makanan yang lezat dan bergizi.
Hingga saat ini di beberapa daerah, makan bonggol pisang juga menjadi tradisi kuliner yang lezat dan bergizi, tidak hanya sebagai makanan darurat.
Masyarakat mengolah bonggol pisang menjadi berbagai macam hidangan, seperti sayur, tumis, atau bahkan dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat kue.
Kebiasaan makan bonggol pisang ini tidak hanya menunjukkan kecerdasan dan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan tradisi kuliner yang kaya.
Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, kebiasaan ini mulai terlupa dan digantikan oleh makanan modern. Ada upaya untuk menghidupkan kembali tradisi kuliner ini, dengan mengangkat bonggol pisang sebagai bahan makanan yang lezat dan bergizi.
Dengan demikian, kita dapat melestarikan warisan budaya dan tradisi kuliner nenek moyang kita.
Meskipun dianggap sebagai makanan kelas bawah, bonggol pisang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Di antaranya, bonggol pisang kaya akan serat yang baik untuk pencernaan, mengandung vitamin A, B, C, kalium, dan serotonin, dan kandungan gula yang rendah menjadikannya makanan yang cukup aman untuk dikonsumsi.
Semoga bonggol pisang dapat menjadi bagian dari kuliner tradisional, melestarikan kisah perjuangan dan kreativitas masyarakat Indonesia di masa lampau dan yang terpenting adalah makanan yang sehat untuk di konsumsi.
Banyak makanan instan yang enak tapi berbahaya bagi kesehatan, seperti mie instan, makanan kalengan, atau makanan yang digulakan.
Makanan moderen seringkali tinggi garam, gula, dan lemak, serta rendah serat dan nutrisi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.


















