Anggota DPRD Tulang Bawang Barat Akui Pakai Ijazah Palsu, Minta Pembuatnya Jadi Tersangka Juga

Berita, Daerah118 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, Tulang Bawang Barat – Eli Fitriyana, anggota DPRD Tulang Bawang Barat (Tubaba) dari Partai Demokrat, mengaku hidupnya berantakan sejak kasus dugaan ijazah Paket C palsu mencuat. Lewat pesan WhatsApp ia bilang dirinya korban. Bukan dalang.

“Bapak Kapolda yang terhormat, tolong bantu saya usut tuntas permasalahan saya ini. Kenapa selama ini Polda Lampung tidak mentersangkakan pelaku utama dan dalang dibalik ini semua (ijazah yang dinyatakan palsu),” tulis Eli. Sabtu (20/6/2026)

Ia menceritakan bahwa saat proses konfrontir, Fajar Kurniawan disebut mengakui bahwa dia tang mengeluarkan, mengecap, dan menyeken semua data-data ijazah. Bahkan kepala sekolahnya pun mengakui bahwa dia menandatangani ijazah yang dinyatakan palsu itu. Tapi mengapa mereka masih bebas.

Perempuan itu sadar ia salah. Ia akui tidak pernah ikut belajar mengajar untuk Paket C tersebut. Tapi ia juga merasa tidak berdaya. Menjelang Pileg 2024, suaminya, berinisial Dar, yang mendorongnya maju caleg dan mengurus semua berkas. Termasuk ijazah yang belakangan ketahuan beda nama antara yang di ijazah paket C dengan yang dinijazah SD dan SMP.

Saat partai mempertanyakan, Eli cerita suaminya minta tolong ke sepupunya, Fjr yang juga Kepala Tiyuh Margo Mulyo, untuk “beresin”. Tiga hari kemudian ijazah beres. “Saya terima beres. Saya tidak tahu-menahu prosesnya,” katanya.

Dihadapan penyidik Polda Lampung, Eli mengaku siap menanggung akibat politik. PAW? Ia rela. Tapi ia minta keadilan ditegakkan utuh.

“Saya akui saya pemakainya. Tapi saya mohon, jangan saya saja yang diproses. Ada orang yang lebih tahu soal pembuatan dokumen ini, Fjr, dan pengelola KBM bernama N. Tolong mereka juga ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Rasanya makin perih karena ijazah SD-SMP asli miliknya hilang entah di mana. Dipinjam untuk mengurus Paket C, tapi sampai sekarang muter-muter. Fjr bilang ada di N, N bilang sudah balik ke Fjr.

Baca Juga  Digerebek Pidsus, Kantor BGN Jakarta Dikunci Sejak Dini Hari, Usut Kasus MBG?

“Saya sudah beberapa kali tanya. Tapi seperti bola panas, dilempar-lempar saja,” ujarnya kecewa.

Saat dikonfirmasi, Fjr (Kepalo Tiyuh Margo Mulyo) memilih bungkam dan meminta wartawan untuk menghubungi pengacaranya. “Konfirmasi aja ke PH saya yuk,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini jadi pengingat pahit, ambisi politik melalui “jalan pintas” bisa menjerat siapa saja. Eli mungkin salah karena memakai. Tapi pengakuannya membuka ruang tanya siapa sebenarnya yang memproduksi jalan pintas itu?

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *