Aliansi Mahasiswa Beri Ultimatum ke Pemerintah, Ancam Aksi Susulan 4 Mei

Berita, Nasional112 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, denyutrakyat.com – Tiga aliansi mahasiswa memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan saat aksi Hari Pendidikan Nasional di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu, (2/5/2026)

Aliansi BEM Seluruh Indonesia, BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia, serta Senat Mahasiswa PTKIN menyatakan akan menggelar aksi dengan eskalasi massa lebih besar pada Senin, 4 Mei 2026, jika tuntutan tidak direspons.

Koordinator Pusat BEM PTMAI Yogi Alaydrus mengatakan ultimatum disampaikan langsung di lokasi aksi. “Apabila tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui massa hari ini, kami akan kembali turun Senin dengan eskalasi lebih besar,” ujarnya.

Mahasiswa menyoroti dua isu. Pertama, ketidakpastian status guru honorer di daerah meski UU ASN telah menghapus status tersebut. Kedua, revisi UU Sistem Pendidikan Nasional agar wajib belajar diperluas menjadi 16 tahun sehingga perguruan tinggi dapat diakses gratis, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan juga mengkritik beban administratif guru yang dinilai mengganggu kualitas pembelajaran. “Guru disibukkan urusan administratif dari kementerian dan harus mencari nafkah tambahan di sela mengajar,” katanya.

Aksi sempat diwarnai ketegangan dengan aparat. Jalan Medan Merdeka Selatan yang sebelumnya ditutup kini telah dibuka kembali.

10 Tuntutan Pokok Aliansi:

1. Reformasi tata kelola anggaran dan penghentian komersialisasi pendidikan

2. Evaluasi Permendikbud No. 55 Tahun 2024 tentang kekerasan seksual di kampus

3. Jadikan pendidikan prioritas utama pembangunan

4. Pemerataan akses pendidikan berkualitas di wilayah 3T

5. Kejelasan status dan kesejahteraan guru honorer

6. Rehabilitasi sarana prasarana sekolah yang rusak

7. Kebijakan pendidikan konsisten berbasis data

8. Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal

9. Transparansi penggunaan anggaran pendidikan

Baca Juga  Terkena OTT KPK Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Memiliki Kekayaan Rp12 Miliar

10. Revisi UU Sisdiknas dengan partisipasi masyarakat sipil.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *