Viral! Surat Terbuka Warganet untuk Bupati Pemalang: Ambowetan Darurat Sampah dan Jalan Rusak

Daerah209 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.com, Pemalang – Momentum Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada hari ini, Jumat (20/2/2026), justru menjadi ajang bagi warga Pemalang untuk menyuarakan keluh kesah mereka. Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, viral di media sosial Facebook setelah diunggah oleh akun @S** Officciaall**.

​Unggahan tersebut menyoroti kondisi memprihatinkan di kawasan Desa Ambowetan, Kecamatan Ulujami. Tidak hanya persoalan sampah yang menumpuk, warga juga mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak parah dan diperparah oleh cuaca ekstrem.

​Dalam unggahannya, akun tersebut secara spesifik meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi Jalan Raya Desa Ambowetan yang kini menyerupai “jalur lumpur” bercampur limbah.

​”Yth. Bapak Anom Widiyantoro, mohon perhatiannya terkait kondisi Jalan Raya Desa Ambowetan, Ulujami. Saat ini dipenuhi tumpukan sampah yang sangat berbau menyengat dan kondisi jalan menjadi sangat becek saat hujan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

​Warga mengeluhkan bahwa tumpukan sampah yang tidak terangkut menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu pernapasan, sementara drainase yang buruk membuat jalanan becek dan sulit dilalui kendaraan saat hujan turun.

​Melalui surat terbuka tersebut, warganet berharap ada tindakan cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang.

​”Mohon bantuan dari dinas terkait untuk segera ditangani demi kenyamanan warga. Terima kasih,” tutup unggahan yang juga menyertakan tagar seperti #AmbowetanDaruratSampah dan #LaporPemalang.

​Kado Pahit di Hari Peduli Sampah Nasional
​Kondisi ini menjadi ironi tersendiri mengingat hari ini secara nasional diperingati sebagai hari peduli sampah. Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapat beragam respons dari warga net yang merasakan hal serupa di wilayah lain di Kabupaten Pemalang.

Baca Juga  Forum Ambulan Muhammadiyah Jawa Tengah (FAMJAT) Gelar Silaturahmi dan Rakorwil 2026 di Klaten 

​Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mengatasi masalah klasik sampah dan infrastruktur yang kian mendesak di wilayah perbatasan timur Pemalang tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Lingkungan Hidup, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Aplikasi WhatsApp, pihaknya mengakui adanya keterlambatan armada. Ia berdalih fokus saat ini masih terpecah pada titik-titik yang mengalami overload ekstrem seperti TPS Kebondalem, Kaligelang, dan Kabunan.

​”Insya Allah segera terjadwal. Kendala kemarin karena kami sedang menyiapkan lahan control landfill (kubur sampah) sebagai solusi penyelesaian. Ini segera kami tuntaskan,” jelas Ahmady melalui pesan singkat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *