Proyek Rp21,7 Miliar Belum Selesai Sudah Jebol! Trotoar Sultan Agung Bandar Lampung Diduga Kurangi Besi dan Pakai Bahan Bekas 

Beranda, Berita, Daerah66 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG — Proyek revitalisasi trotoar Jalan Sultan Agung, Kecamatan Wayhalim, Kota Bandar Lampung yang menelan anggaran Rp21.771.530.000,00 (lebih dari 21,7 miliar rupiah) dan baru dimulai sejak 4 Agustus 2026, menuai sorotan tajam. Padahal masa kontrak masih berlangsung hingga 31 Desember 2026, namun struktur bangunan sudah jebol, retak, dan ambruk di beberapa titik sebelum pekerjaan rampung.

DATA RESMI PAKET PEKERJAAN

Nama Paket: Revitalisasi Trotoar Jalan Sultan Agung, Kecamatan Wayhalim (SMI). Kegiatan: Penyelenggaraan Jalan Kota/Kabupaten. Pemberi Kerja: Pemerintah Kota Bandar Lampung

Tanggal Kontrak: 04 Agustus 2026 sampai Batas Akhir Kontrak: 31 Desember 2026. Konsultan Pengawas: CV. Tri Paica Artha dan Kontraktor Pelaksana: PT. Asmi Hidayat

Sumber Dana: APBD 2026 (SMI) dengan Nilai Kontrak: Rp21.771.530.000,00. Jangka Waktu: 150 Hari Kalender

KONDISI DILAPANGAN

Foto di lokasi memperlihatkan kondisi sangat memprihatinkan: dinding saluran dan struktur trotoar jebol dan runtuh, beton hancur, besi tulangan bengkok dan terlepas. Sepanjang jalur proyek dipenuhi puing-puing bangunan dan sampah, menunjukkan pengelolaan lokasi yang sangat buruk.

Kondisi ini diduga kuat akibat pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi teknis:

– Bekisting kayu & material bekas dipakai untuk pengecoran, bukan bekisting standar baja, akibatnya struktur tidak padat dan mudah rapuh

– Besi tulangan diduga dikurangi ukuran: seharusnya ukuran 10 mm, diduga hanya pakai 8 mm (besi banci), sehingga kekuatan struktur turun drastis

– Kualitas beton rendah: belum selesai sudah ambruk sendiri, mutu campuran dan pengecoran dipertanyakan

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LSM InfoSOS Indonesia, Junaidi Farhan, memberikan pernyataan yang sangat tajam dan tegas.

“Saya sangat miris melihat kondisi ini. Proyek senilai lebih dari 21 Miliar rupiah, belum selesai saja sudah jebol begini. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bukti nyata pengawasan Dinas PU Kota Bandar Lampung sangat lemah, bahkan bisa dibilang tidak ada pengawasan sama sekali!” ungkapnya, Minggu (30/8/2026)

Baca Juga  SMA Siger Bandar Lampung Tidak Mendapatkan Rekom Penerbitan Izin Operasional Satuan Pendidikan

“Bagaimana mungkin kontraktor berani menggunakan besi ukuran 8 padahal spesifikasi jelas-jelas besi 10? Berani pakai bekisting kayu dan bahan bekas? Itu semua hanya bisa terjadi kalau pengawas lapangan dari Dinas PU maupun konsultan pengawas CV. Tri Paica Artha tutup mata, bahkan ada dugaan saling makmur di balik proyek ini”

“Dinas PU seharusnya menjadi garda terdepan menjaga kualitas pembangunan kota. Tapi yang terjadi justru pengawasan yang lenient, lemah, dan tidak bertanggung jawab, sehingga uang rakyat puluhan miliar terancam terbuang sia-sia untuk proyek yang sejak awal sudah cacat lahir dan batin”

“Kami dari InfoSOS Indonesia mendesak Walikota Bandar Lampung dan Inspektorat untuk segera melakukan audit mendalam dan pemeriksaan menyeluruh. Jika terbukti ada penyimpangan, kontrak harus dihentikan, kerugian negara ditagihkan, dan pihak yang lalai harus ditindak tegas! Jangan biarkan pembangunan kota jadi ajang cari untung segelintir orang,”. Tegas Junaidi Farhan

Warga sekitar juga menyuarakan kekhawatiran: “Belum dipakai saja sudah hancur, apalagi nanti kalau sudah dilewati orang. Ini membahayakan keselamatan warga”

Masyarakat dan LSM mendesak:

– Inspeksi teknis mendesak dari Dinas PU dan tim pengawas daerah

– Audit material & spesifikasi yang digunakan di lapangan

– Evaluasi kinerja konsultan pengawas CV. Tri Paica Artha

– Tindakan tegas jika terbukti ada penyimpangan spesifikasi

– Perbaikan total sesuai standar sebelum diterima oleh pemerintah daerah

Proyek revitalisasi trotoar yang seharusnya bermanfaat justru menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan pengendalian mutu di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dengan nilai anggaran yang sangat besar, hasil pekerjaan yang dijanjikan harus berkualitas, tahan lama, dan aman. Pihak berwenang diharapkan tidak menutup mata, segera menindaklanjuti temuan ini, dan mempertanggungjawabkan setiap rupiah uang rakyat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan