DENYUT RAKYAT.com, JAKARTA – Prabowo komit tanam Rp16 triliun ke Dana Hutan Tropis Brasil untuk membantu memulihkan hutan tropis dunia. Ironisnya, dua negara yang paling ‘juara’ deforestasi justru bertemu di panggung yang sama: Brasil di peringkat pertama, Indonesia menyusul sebagai nomor dua
Deforestasi adalah hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat aktivitas manusia seperti penebangan pohon untuk pertanian, pertambangan, atau pembangunan, yang mengubah kawasan hutan menjadi lahan non-hutan dan berdampak buruk pada lingkungan, iklim, serta keanekaragaman hayati.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap kepemimpinan Brasil dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP30.
Dukungan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025) lalu
“Saya mendukung Brasil dalam kepemimpinan Brasil di COP30. Dengan inisiatif-inisiatif Brasil, mereka mendirikan suatu dana investasi untuk membantu melestarikan hutan, hutan tropis,” kata Prabowo saat memberikan pernyataan bersama Lula usai menggelar pertemuan.
Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan Indonesia tidak hanya mendukung, tetapi juga berkomitmen ikut berinvestasi dalam dana pelestarian hutan yang dirintis oleh Brasil tersebut.
Dia telah menyampaikan komitmen Indonesia menanamkan modal ke dalam dana tersebut. Besaran dana yang akan diinvestasikan oleh Indonesia akan menyesuaikan dengan jumlah yang diinvestasikan oleh Brasil.
“Saya sudah menyampaikan bahwa Indonesia mendukung Brasil yang merintis, kita mendukung Brasil. Dan kita komit berapa dana yang Brasil akan investasi, Indonesia akan ikut investasi di dana tersebut,” sebutnya.
Sementara itu dukungan Indonesia dalam partisipasinya untuk pendanaan konservasi hutan tropis global, disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang juga adik presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut telah diutarakan saat menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belém, Brasil. Hashim menyatakan komitmen Presiden Prabowo Subianto menyalurkan dana sebesar 1 miliar dolar AS ke dalam Tropical Forest Forever Facility (TFFF).
Dana itu sejalan dengan komitmen pendanaan yang sebelumnya telah diberikan oleh Pemerintah Brasil. Dana tersebut setara Rp16,6 triliun dengan asumsi kurs Rp16.600 per dolar AS.
“Komitmen Presiden Prabowo untuk ikut partisipasi dana 1 miliar dolar. Ini adalah untuk juga matching commitment dari pemerintah Brazil beberapa waktu yang lalu,” kata Hashim dalam Rapimnas Kadin, Rabu (2/12/2025).
Sejumlah negara juga mendukung
Ilustrasi puncak hutan tropis (Unsplash/Kostiantyn Li)
Ilustrasi puncak hutan tropis (Unsplash/Kostiantyn Li)
Komitmen pendanaan Indonesia diikuti komitmen dana besar dari negara-negara lain. Hashim menyebutkan Pemerintah Norwegia turut berjanji menyumbang 3 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun.
“Juga disusul commitment-commitment pemerintah Democratic Republic of Congo, dari Congo-Brazil, dari negara-negara wilayah Amazon di Amerika Selatan, dan negara-negara lain,” ujar Hashim.

Mengapa Presiden Prabowo sampai menyalurkan dana sebesar Rp16 ke dalam Tropical Forest Forever Facility (TFFF) ?
Dikutip dari situs lembaga TFFF adalah sebuah inisiatif yang mendorong konservasi dan perluasan hutan tropis melalui pembayaran tahunan kepada Negara-Negara Hutan Tropis yang menjaga kelestarian hutannya.
Laju penghancuran hutan tropis yang cepat mengancam produksi pangan, ketahanan air, keanekaragaman hayati, serta kehidupan jutaan orang — sekaligus mendorong kita ke ambang krisis iklim.
Dampaknya tidak hanya bersifat lokal: apa yang terjadi di Amazon, Cekungan Kongo, dan hutan Asia Selatan berdampak pada seluruh dunia.
Tropical Forests Forever Facility (TFFF) lahir dari pengakuan bahwa dibutuhkan insentif inovatif yang besar untuk mendorong Negara-Negara Hutan Tropis agar terus melindungi dan melestarikan hutan mereka dalam skala dan kecepatan yang tepat, terutama mengingat tingginya biaya peluang dan biaya implementasi yang signifikan.
TFFF menyadari bahwa diperlukan mekanisme pembiayaan berskala besar, transparan, dan berbasis hasil untuk memberi penghargaan kepada mereka yang telah mengambil langkah konkret dan berhasil dalam menjaga kelestarian hutan mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk akhirnya mengakui jasa ekosistem dari hutan yang tetap berdiri dan menyediakan pembiayaan jangka panjang yang memadai, yang dapat menandingi potensi pendapatan dari konversi lahan, sehingga menjadikan pelestarian hutan sebagai model ekonomi yang layak dan andal
Untuk apa Indonesia tanamkan modal untuk dana hutan tropis Brasil?
Indonesia dan Brasil adalah dua negara dengan hutan tropis terbesar di dunia. Inisiatif untuk menanamkan modal pada dana hutan tropis Brasil dapat memiliki beberapa tujuan dan manfaat, seperti:
- Mitigasi perubahan iklim. Hutan tropis Brasil, seperti Amazon, memainkan peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Investasi pada dana hutan tropis dapat membantu menjaga kelestarian hutan dan mengurangi deforestasi.
- Konservasi keanekaragaman hayati. Hutan tropis Brasil adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk banyak spesies endemik. Investasi pada dana hutan tropis dapat membantu melindungi habitat dan spesies yang terancam.
- Peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dana hutan tropis dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang bergantung pada hutan, melalui program-program seperti pengelolaan hutan berkelanjutan, ekowisata, dan pengembangan ekonomi lokal.
- Kerjasama internasional. Investasi pada dana hutan tropis Brasil dapat memperkuat kerjasama internasional dalam mengatasi isu-isu lingkungan global, seperti perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.

Apa manfaatnya untuk Indonesia?
Tujuan investasi Indonesia pada dana hutan tropis Brasil bisa membawa manfaat bagi Indonesia, seperti:
- Pengalaman dan pengetahuan. Indonesia bisa belajar dari pengalaman Brasil dalam mengelola hutan tropis dan mengembangkan program-program konservasi.
- Kerjasama Selatan-Selatan. Investasi ini bisa memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Brasil, serta meningkatkan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam isu-isu lingkungan global.
- Pengembangan teknologi. Indonesia bisa mendapatkan akses ke teknologi dan keahlian Brasil dalam pengelolaan hutan tropis dan pengembangan energi terbarukan.
Peningkatan citra internasional. Investasi ini bisa meningkatkan citra Indonesia sebagai negara yang peduli dengan lingkungan dan berkontribusi pada upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.
Namun, perlu diingat bahwa investasi ini harus sejalan dengan prioritas dan kebutuhan Indonesia, serta memperhatikan kepentingan nasional dan lingkungan.


















