Pertumbuhan 5% Bohong? Ferry Latuhihin Sebut Itu ‘Pertumbuhan yang Memiskinkan

Berita120 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, denyut rakyat — Ekonom Ferry Latuhihin nggak nahan lagi. Di kanal YouTube Topo Santoso Official 16 Mei 2026, dia nembak langsung kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai ngancurin kepercayaan pasar dan nyiksa dunia usaha.

Ferry buka dengan bom waktu: rupiah berpotensi ambruk ke Rp22.000–Rp25.000 per dolar AS di semester II 2026.

“Ramalan saya bisa 22 sampai 25 ribu di semester kedua,” katanya tegas.

Menurutnya, ini bukan koreksi biasa. Pelemahan rupiah terjadi di saat ringgit Malaysia dan dolar Singapura justru menguat. Artinya, masalahnya ada di dalam negeri: kepercayaan investor runtuh.

Ferry nyentil data resmi pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Bagi dia, angka itu cuma kosmetik.

“Pertumbuhan yang memiskinkan, nggak bikin rakyat sejahtera, tapi bikin tabungan menipis dan utang numpuk,” jelasnya

Dia menunjukan bukti lapangan, tabungan masyarakat turun, ketergantungan pinjaman naik. Tanda tekanan ekonomi di level bawah udah merah.

Serangan paling keras Ferry diarahkan ke arah kebijakan itu sendiri.

“Insting pemerintah saat ini justru membunuh bisnis,” ujarnya

Aturan yang berubah-ubah, nggak konsisten, dan bikin investor nggak bisa ngitung risiko. Hasilnya, pengusaha mulai bisik-bisik soal PHK massal kalau kondisi nggak berubah.

Nama Menteri Keuangan , Purbaya Yudhi Sadewa ikut diseret. Ferry menilai Purbaya gagal bikin pasar percaya.

“Pak Prabowo harus segera mengganti Purbaya,” serunya terbuka.

Dia juga sorot, Program MBG yang menyedot Rp335 triliun dari APBN. Menurut Ferry, program itu boros, rawan korupsi, dan bikin investor makin ragu sama pengelolaan uang negara.

Masalah struktural juga nggak luput. Kontribusi manufaktur ke PDB anjlok dari 30% jadi 18%. Buat Ferry, ini tanda deindustrialisasi dan ekonomi makin bergantung ke sektor informal yang rapuh.

Baca Juga  Aktivis LSM InfoSOS Zulpajri: Kasus Dugaan Penipuan Yang Menimpa 46 Kepsek di Lampung Barat Bukan Delik Aduan Melainkan Delik Biasa

Di akhir, Ferry memberi warning yang nggak main-main. Kalau PHK jalan, harga naik, tabungan habis, dan utang rumah tangga meledak, gejolak sosial tinggal tunggu waktu.

“Tanpa perubahan cepat dan tegas, tekanan ke rupiah, bisnis, dan rakyat akan makin parah,” tutupnya

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *