Pati Bergerak! 26 Agustus Massa Susulan Kepung DPR Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan

Beranda, Berita, Nasional89 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA  – Jalanan menuju Senayan belum selesai. Setelah gelombang pertama, kini giliran rakyat Pati yang bergerak.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan rombongan susulan dari Kabupaten Pati akan tiba di Jakarta pada 26 Agustus 2026. Targetnya satu mengepung Gedung DPR RI sehari sebelum aksi besar 27 Agustus.

“Kami tidak datang untuk main-main. Tanggal 27 itu puncaknya. Jadi tanggal 26 warga Pati nyusul ke sini pakai bus,” tegas Koordinator AMPB Teguh Istianto di depan Kompleks Parlemen, Jumat (21/8/2026)

Kedatangan Teguh bersama 12 orang tim awal sejak Jumat pagi bukan tanpa sebab. Mereka datang lebih dulu untuk membuka posko perjuangan di depan DPR. Dua mobil yang mereka tumpangi berhenti pukul 10.15 WIB. Posko itu kini jadi titik kumpul, titik koordinasi, dan titik keberanian rakyat sebelum komando besar dikerahkan.

Teguh menantang aparat agar tidak represif. “Kami hanya ingin bertempat di sini sebentar. Tolong aparat bijak. Negara ini milik rakyat, bukan milik koruptor,” ujarnya lantang.

Tidak ada basa-basi. AMPB datang membawa dua tuntutan yang sudah membuat rakyat muak menunggu:

  1. Segera sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor masuk Prolegnas dan diketok palu.
  2. Hukuman mati bagi pelaku korupsi. Titik.

“Kami ke Jakarta untuk memberikan masukan ke DPR. Rakyat sudah lelah melihat uang negara dijarah. Kalau DPR serius dengan rakyat, sahkan sekarang juga,” desak Teguh.

Hal senada disampaikan Koordinator AMPB lainnya, Supriyono alias Mas Botok. Baginya, perjalanan lintas provinsi dari Pati ke Jakarta adalah bentuk kegelisahan yang sudah di ujung batas.

“Ini murni suara hati rakyat. Kami jalan jauh karena korupsi sudah merampas masa depan anak-cucu kami,” katanya.

Baca Juga  KUHAP Baru Telah Diteken Presiden Prabowo Subianto, Mulai Januari 2026 KUHAP dan KUHP Baru Berlaku Menggantikan Peninggalan Kolonial

Mas Botok memastikan aksi akan berlangsung tertib. Tapi tertib bukan berarti diam. Tertib adalah bentuk disiplin perjuangan.

Dengan datangnya bus-bus dari Pati pada 26 Agustus, Senayan dipastikan akan kembali memanas. Rakyat sudah bergerak. Kini giliran DPR membuktikan berpihak ke siapa.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan