Menteri PU Turun ke Sawah Kering di Bekasi-Karawang-Cirebon, Petani Menanti Solusi Nyata, Bukan Sekadar Kunjungan

Nasional49 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAWA BARAT – Di saat sawah petani mengering dan padi terancam puso, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memilih turun gunung. Ia mendatangi langsung tiga titik kekeringan di Jawa Barat yaitu ke Bekasi, Karawang, hingga Cirebon.

Langkah turun langsung ke lumpur sawah ini patut diapresiasi. Karena dari sinilah terlihat jelas jurang antara laporan di atas kertas dengan kenyataan di lapangan.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan. Ini sangat saya sesalkan,” tegas Dody, Sabtu (26/9/2026).

Kekecewaan Menteri bukan tanpa alasan. Di Desa Karangharja, Kecamatan Kebayuran, Kabupaten Bekasi, saluran irigasi tersier ditemukan tidak mengalir. Padahal hanya berjarak 2 kilometer dari lokasi, sungai besar dengan debit air masih terjaga mengalir deras.

Artinya, persoalan bukan tidak ada air, tapi air tidak sampai ke petani.

Kunjungan berlanjut ke Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang yang kondisinya lebih menantang, dan Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, di mana lebih dari 100 hektare sawah terancam kekeringan.

Di sinilah harapan petani digantungkan. Mereka tidak butuh janji infrastruktur mercusuar yang butuh bertahun-tahun. Mereka butuh air minggu ini, hari ini.

Menteri Dody pun menyadari itu. Ia menegaskan solusi tidak harus menunggu proyek besar.

“Sebetulnya banyak persoalan yang tidak terlalu rumit. Kalau sumber airnya ada, kita bisa memasang pompa dan menyalurkan air ke saluran irigasi. Yang penting, kita mau turun melihat langsung persoalan petani dan segera mengerjakannya,” kata Dody.

Ini adalah kunci yang ditunggu petani: pompa, pipa, selang, sumur bor, dan embung skala kecil yang bisa langsung bekerja.

Baca Juga  Gemuruh Mengguncang Selat Sunda: Erupsi Sejak Jam 23.07: Anak Krakatau Keluarkan Lava dan Dentuman Hingga Serang

Kementerian PU juga berjanji akan memperkuat pendataan dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), agar solusi berbasis kondisi riil, bukan asumsi dari balik meja.

Kini bola ada di jajaran Sumber Daya Air Kementerian PU. Turun gunungnya Menteri harus menjadi momentum bersih-bersih.

Target swasembada pangan 2026 yang dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai jika sawah di lumbung pangan seperti Bekasi, Karawang, dan Cirebon saja dibiarkan mengering.

Petani tidak butuh pencitraan. Petani butuh air. Dan kehadiran Menteri di tengah sawah retak harus benar-benar membawa solusi, bukan sekadar foto-foto lalu laporan kembali terlihat baik-baik saja.

“Target swasembada pangan 2026, insyaallah tetap kita kejar. Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan air petani, karena dampaknya bukan hanya bagi masyarakat di satu daerah, tetapi bagi ketahanan pangan Indonesia,” tutup Dody.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan