Partai Rakyat Indonesia Mengaum Dibumi Lampung: Konsolidasi Senyap, Siapkan Kejutan Lolos Pemilu 2029

Beranda, Berita, Politik131 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDAR LAMPUNG – Partai Rakyat Indonesia (PRI) Lampung mulai unjuk gigi. Di bawah komando Wawan Tohir Balaw, SE, MSi, DPD PRI Lampung menggelar konsolidasi politik perdana di Rumah Makan Kayu, Senin malam (29/6/2026).

Agenda yang dibungkus nama “silaturahmi” ini sejatinya adalah rapat strategi perang menghadapi verifikasi KPU menuju Pemilu 2029.

Pertemuan tertutup itu dipimpin langsung Wawan Tohir Balaw, yang tak lain adalah adik kandung Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. Hadir mendampingi Sekretaris Ir. Indra Bhaskara, Bendahara Berly Yudiansyah, dan jajaran elit pengurus DPD PRI Lampung.

Di hadapan pengurus, Wawan to the point. “Ini bukan sekadar kenal-kenalan. Ini konsolidasi tempur. Target kita cuma satu, lolos verifikasi KPU dan jadi peserta Pemilu 2029. Tidak ada opsi gagal,” tegasnya.

Langkah Wawan bukan tanpa perhitungan politik. Putra Lampung lulusan Magister Manajemen SDM ini mengaku terjun ke PRI setelah istikharah. Ia menyuntikkan doktrin politik bernapas agama: “Khoirunnas anfa’uhum linnas” — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Pesannya jelas: PRI bukan partai cari kuasa, tapi partai alat pengabdian. Narasi yang dipakai untuk membedakan diri dari partai mapan.

Manuver PRI Lampung makin menarik karena berhasil merangkul “darah segar” dari partai besar. Sejumlah mantan anggota DPRD dari Demokrat dan PDIP dikabarkan ikut gerbong Wawan Balaw di kepengurusan baru DPD. Ini sinyal migrasi politik yang patut diwaspadai partai lama.

Wawan membuka pintu lebar-lebar. “PRI ini rumah terbuka. Mau anak muda yang muak, tokoh masyarakat yang diabaikan, profesional yang jengah, semua bisa gabung. Kita bangun rumah perjuangan rakyat, bukan rumah dinasti,” sindirnya.

Baca Juga  Prof. Elfahmi Raih 91,3% Suara, Terpilih Jadi Rektor Itera 2026–2030

Saat ini PRI Lampung fokus operasi senyap, merampungkan struktur dari provinsi hingga desa/kelurahan. Target berikutnya, membentuk 7 organisasi sayap sebagai mesin pengumpul suara lintas segmen.

Dengan jaringan, nama besar di belakang layar, dan strategi rangkul eks-legislator, PRI Lampung mengirim pesan ke lawan, mereka bukan penggembira. Mereka penantang baru yang serius mengubah peta politik Pemilu 2029.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan