DENYUT RAKYAT YOGYAKARTA – Puluhan orang tua mendatangi Polresta Yogyakarta pada Sabtu (25/4) setelah terungkap dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Kedatangan mereka dilakukan usai mencuat laporan adanya praktik penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut, sebagaimana dilaporkan.
Salah satu orang tua, Choi, mengaku tidak kuasa menahan tangis setelah mengetahui dugaan perlakuan tersebut.
Ia menyebut anaknya yang belum genap sebulan dititipkan di daycare itu diduga diperlakukan tidak manusiawi.
Choi mengaku mengetahui kondisi tersebut saat hendak menjemput anaknya sepulang kerja pada Jumat (24/4), ketika lokasi daycare sedang didatangi petugas kepolisian.
Ia mengungkapkan kondisi anaknya saat itu ditidurkan di lantai tanpa mengenakan baju, dengan tangan dan kaki diikat menggunakan kain. “Dan itu nggak dikasih baju.
Barusan saya lihat kenapa nangis, karena melihat kondisi anak saya tangannya diborgol (diikat). Bukan dibedong, diikat,” ujar Choi saat ditemui Pandangan Jogja, Sabtu (25/4).
Choi juga mengaku sempat melihat sejumlah kejanggalan selama menitipkan anaknya di daycare tersebut, di antaranya tidak adanya CCTV real-time yang dapat diakses orang tua serta aturan pemberitahuan penjemputan 30 menit hingga satu jam sebelumnya.
Ia bersama orang tua lainnya mendatangi Polresta Yogyakarta untuk menuntut kepastian hukum dan meminta kasus ini diusut tuntas.
“Yang saya curiga itu karena setiap mau menjemput dia itu pokoknya 30 menit atau 1 jam sebelumnya harus di-WA. Jadi misalnya mau OTW jemput itu harus WA dulu setengah jam,” jelasnya.


















