Bukan Hiasan: Ini Cerita 210 Meter Bendera yang Dibayar Keringat Warga Sumber Gedhe, Sekampung Lampung Timur 

Berita, Daerah71 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, LAMPUNG TIMUR — Di Dusun VI RT 20, Desa Sumber Gedhe, Kecamatan Sekampung, kemerdekaan tidak dirayakan dengan spanduk cetak dan panggung. Warga memasang “atap” sepanjang 210 meter.

Lima bentang kain merah putih direntangkan di atas rangkaian bambu. Dari bawah, jalan desa berubah jadi lorong. Di dalamnya ada lukisan pahlawan. Namanya sederhana Lorong Merah Putih. Dibuat untuk HUT ke-81 RI.

Tokoh warga, Safari, bilang proyek ini murni inisiatif RT 20. Persiapan mulai 15 Juli 2026. Selesai 30 Juli. Diluncurkan malam 1 Agustus.

Yang jarang dibicarakan, dananya Rp67 juta. Tidak ada satu rupiah pun dari pemerintah. “Kami nabung sekitar 10 bulan,” kata Safari.

10 bulan menabung untuk satu lorong. Itu artinya warga memilih menunda kebutuhan lain demi simbol. Gotong royong di sini bukan sekadar jargon. Ia muncul karena memang tidak ada pilihan lain.

Bendera pun dijahit sendiri. Dipasang bersama. 210 meter itu hasil tusukan jarum warga, bukan pesanan vendor.

Inspirasi yang mengungatkan rasa cinta tanah air tersebut punya dua sisi. Di satu sisi, ini bukti cinta Tanah Air masih bisa tumbuh dari kampung, dari bambu, dari uang receh yang dikumpulkan.

Di sisi lain, ini juga tamparan, mengapa perayaan kemerdekaan di tingkat paling bawah harus dibiayai dengan menabung hampir setahun?

Lorong Merah Putih di Sumber Gedhe akhirnya bukan cuma dekorasi Agustus. Ia jadi cermin.

Cermin tentang semangat yang masih hidup. Dan cermin tentang negara yang kerap baru hadir lewat kamera, setelah warga lebih dulu keluar uang dan tenaga.

Baca Juga  LPM Lampung Salurkan Bantuan Kepada Mahasiswa Asal Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Yang Keluarganya Terkena Bencana Alam

Posting Terkait

Jangan Lewatkan